Ini untuk Kakak Ku
Sekarang aku
sudah berumur 22 tahun, berarti sudah 15 tahun aku hidup tanpa kakak ku. Setiap
kali mengigat kakak ku, aku selalu merasa menyesal. Bagaimana tidak? Kakak ku
meninggal karena dia membelaku. Membelaku dari orang-orang jahat itu. Saat itu
aku tak bisa membantu apapun, karena aku masih kecil. Aku tidak mengerti sedang
terjadi apa saat itu. Tapi aku mengerti bahwa mereka sedang mencoba
menyakitinya. Aku terdiam kaku tak bersuara dan tidak bergerak sedikit pun. Petang
itu adalah petang ke 2 yang terburuk
dalam hidupku setelah petang yang
pertama adalah malam dimana ibu dan ayah meninggalkan aku dan kakak ku di panti
asuhan. Sejak saat itu aku membenci mereka berdua. Tapi kakak ku selalu mencoba
agar aku tidak membenci mereka. Sampai saat ini aku belum bisa menghapus
kebencian itu.
Kejadian itu
terjadi saat aku berumur 7 tahun, kakak membawa ku bejalan-jalan ditaman
setelah dia pulang sekolah. Keadaan taman itu memang begitu tenang, karena
tidak terlalu banyak orang yang datang pada saat keadaan dingin seperti ini. Benar-benar
menyenangkan saat itu. Tapi tiba-tiba ketenangan itu berubah menjadi
mencengkam. Dari arah berlawanan ada sekitar 5 orang atau lebih, entahlah
samar-samar dalam ingatanku. Mereka datang ingin menghampiri aku dan kakak ku. Tapi
kakak ku langsung mengemblok ku kemudian dia berlari. Aku menoleh kebelakang
ternyata orang-orang itu ikut berlari mengejar kami. Aku merasa sangat takut. Aku
mendengar suara nafas kakak ku yang tidak beraturan. Tapi orang-orang itu
berhasil mendahului kami.
Salah satu dari mereka medorong kakak ku dari
belakang hingga kami berdua terjatuh. “Hei Dimas!!! Kenapa kau berlari sangat
cepat??”,orang itu mendekati aku dan kakak ku denga nada meledek. Lalu dia
menarik kerah baju seragam kakak menyuruh untuk berdiri.”Angga cepat pergi dari
sini!!”,perintah kakak ku. “Tapi,,,”. “Sudah cepat pergi!!!”,teriak kakak ku
dan membuat ku semakin merasa takut. “Heii kenapa kau membentak adik mu,
biarkan dia disini saja menemani mu disaat terakhir”, ledek salah seorang dari
mereka yang tubuhnya paling tinggi diantara yang lain dan yang lainnya berhasil
memegang tanganku. Aku terperangkap
olehnya. Aku semakin takut dan jantung ini berdetak semakin kencang karena
perkataan orang itu. Apa yang dia maksud? Mengapa dia berbicara saat terakhir? Ada
apa ini sebenarnya? Aku tidak bisa lari, karena mereka telah menangkap ku . Kakak
ku pun ditangkap mereka. Dia dipukuli, aku tidak tahu karena apa. Aku hanya
bisa mendengar dan melihat kakak ku yang tidak berdaya melawan mereka. “Ini
adalah akibat karena kau selalu menentang kami, kau selalu meremehkan kami. Tapi
sekarang,,, apa yang bisa kau perbuat hah?? Kau lemah, tidak berdaya, apa bisa
kau memukul ku seperti sore kemarin hah??”. “Lepaskan,,, LEPASSSKANN ADIK KU
SEKARANG !!!”. “KAU BERANI BERTERIAK KEPADA KU HAH?”. Kakak ku dipukul lagi
olehnya.
Aku ditahan oleh satu orang,tapi aku samasekali tidak bisa melawan. Mereka memukuli kakak ku secara bergantian. Tiba-tiba
kakakku jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Kemudian ada seseorang dari
kejauhan yang berteriak,”HEYY KALIAN SEDANG APA?”, kemudian orang itu berlari
ke arah kami, tetapi orang-orang jahat itu sudah berlari dengan cepat
meninggalkan kami yang tak berdaya. Dan saat itu pun aku tahu bahwa kakak sudah
tak bersama ku lagi. Hanya ada raganya disamping ku. Aku menangis
sejadi-jadinya. Dan sejak saat itu aku bertekad untuk menghukum semua orang
yang berbuat jahat kepada orang baik seperti kakak ku.
Di umur 18
tahun aku masuk ke Akademi Kepolisian. Yaa kalian sudah tahu tujuan ku bukan?? Aku
hanya ingin membela kakak ku, orang-orang seperti kakak ku. Kakak yang telah
membuat aku mempunyai harapan untuk tetap hidup walaupun tanpa dirinya. Sekarang
aku sudah menjadi Polisi. ini semua karena kakak, karena tekad ku, karena usaha
ku, dan karena Tuhan.