Selasa, 23 Desember 2014

Puisi - Disinilah Aku

Disinilah Aku
Oleh Firda Tsaniyah


Tak taukah kau
Ini sangat menyakitkan
Ini sangat melelahkan 
Selalu berusaha tersenyum di depan mu
Tapi apa yang kau lakukan
Kau berbalik, seperti tidak melihat apapun
Berusaha mengikuti mu
Tapi apa yang kau lakukan
Dirimu berjalan terus, tanpa menoleh kebelakang sedikit pun
Tak bisakah melihat diriku sebentar saja
Tersadar diriku sekarang 
Berusaha berjalan bersebrangan dengan dirimu, itu yang kulakukan
Mengapa begitu menyakitkan hal yang kulakukan
Tapi disini aku lah sekarang 
Yang terlalu lelah mengikutimu
Meyingkirkan dirimu dari pikiranku
Mencoba sekuat yang kubisa 
Ku yakin aku bisa 
Disinilah aku, berusaha untuk tidak melihatmu lagi 
Mencari seseorang yang akan menatap ku lebih lama
Continue Reading...

Kamis, 11 Desember 2014

Cerpen - Ini untuk Kakak Ku


Ini untuk Kakak Ku


Sekarang aku sudah berumur 22 tahun, berarti sudah 15 tahun aku hidup tanpa kakak ku. Setiap kali mengigat kakak ku, aku selalu merasa menyesal. Bagaimana tidak? Kakak ku meninggal karena dia membelaku. Membelaku dari orang-orang jahat itu. Saat itu aku tak bisa membantu apapun, karena aku masih kecil. Aku tidak mengerti sedang terjadi apa saat itu. Tapi aku mengerti bahwa mereka sedang mencoba menyakitinya. Aku terdiam kaku tak bersuara dan tidak bergerak sedikit pun. Petang  itu adalah petang ke 2 yang terburuk dalam hidupku setelah petang  yang pertama adalah malam dimana ibu dan ayah meninggalkan aku dan kakak ku di panti asuhan. Sejak saat itu aku membenci mereka berdua. Tapi kakak ku selalu mencoba agar aku tidak membenci mereka. Sampai saat ini aku belum bisa menghapus kebencian itu.
Kejadian itu terjadi saat aku berumur 7 tahun, kakak membawa ku bejalan-jalan ditaman setelah dia pulang sekolah. Keadaan taman itu memang begitu tenang, karena tidak terlalu banyak orang yang datang pada saat keadaan dingin seperti ini. Benar-benar menyenangkan saat itu. Tapi tiba-tiba ketenangan itu berubah menjadi mencengkam. Dari arah berlawanan ada sekitar 5 orang atau lebih, entahlah samar-samar dalam ingatanku. Mereka datang ingin menghampiri aku dan kakak ku. Tapi kakak ku langsung mengemblok ku kemudian dia berlari. Aku menoleh kebelakang ternyata orang-orang itu ikut berlari mengejar kami. Aku merasa sangat takut. Aku mendengar suara nafas kakak ku yang tidak beraturan. Tapi orang-orang itu berhasil mendahului kami. 
Salah satu dari mereka medorong kakak ku dari belakang hingga kami berdua terjatuh. “Hei Dimas!!! Kenapa kau berlari sangat cepat??”,orang itu mendekati aku dan kakak ku denga nada meledek. Lalu dia menarik kerah baju seragam kakak menyuruh untuk berdiri.”Angga cepat pergi dari sini!!”,perintah kakak ku. “Tapi,,,”. “Sudah cepat pergi!!!”,teriak kakak ku dan membuat ku semakin merasa takut. “Heii kenapa kau membentak adik mu, biarkan dia disini saja menemani mu disaat terakhir”, ledek salah seorang dari mereka yang tubuhnya paling tinggi diantara yang lain dan yang lainnya berhasil memegang  tanganku. Aku terperangkap olehnya. Aku semakin takut dan jantung ini berdetak semakin kencang karena perkataan orang itu. Apa yang dia maksud? Mengapa dia berbicara saat terakhir? Ada apa ini sebenarnya? Aku tidak bisa lari, karena mereka telah menangkap ku . Kakak ku pun ditangkap mereka. Dia dipukuli, aku tidak tahu karena apa. Aku hanya bisa mendengar dan melihat kakak ku yang tidak berdaya melawan mereka. “Ini adalah akibat karena kau selalu menentang kami, kau selalu meremehkan kami. Tapi sekarang,,, apa yang bisa kau perbuat hah?? Kau lemah, tidak berdaya, apa bisa kau memukul ku seperti sore kemarin hah??”. “Lepaskan,,, LEPASSSKANN ADIK KU SEKARANG !!!”. “KAU BERANI BERTERIAK KEPADA KU HAH?”. Kakak ku dipukul lagi olehnya. 
Aku ditahan oleh satu orang,tapi aku samasekali tidak bisa melawan.  Mereka memukuli kakak ku secara bergantian. Tiba-tiba kakakku jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Kemudian ada seseorang dari kejauhan yang berteriak,”HEYY KALIAN SEDANG APA?”, kemudian orang itu berlari ke arah kami, tetapi orang-orang jahat itu sudah berlari dengan cepat meninggalkan kami yang tak berdaya. Dan saat itu pun aku tahu bahwa kakak sudah tak bersama ku lagi. Hanya ada raganya disamping ku. Aku menangis sejadi-jadinya. Dan sejak saat itu aku bertekad untuk menghukum semua orang yang berbuat jahat kepada orang baik seperti kakak ku.
Di umur 18 tahun aku masuk ke Akademi Kepolisian. Yaa kalian sudah tahu tujuan ku bukan?? Aku hanya ingin membela kakak ku, orang-orang seperti kakak ku. Kakak yang telah membuat aku mempunyai harapan untuk tetap hidup walaupun tanpa dirinya. Sekarang aku sudah menjadi Polisi. ini semua karena kakak, karena tekad ku, karena usaha ku, dan karena Tuhan. 
Continue Reading...

Puisi - Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka

"Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka"
 Oleh Firda Tsaniyah



Selalu menjadi perhatiaan banyak orang
Tak merasa nyaman dekat dengan orang seperti itu
Kebaikan ini sangat mudah dihapus karna orang seperti itu
Tak menyalahkan orang itu
Hanya saja bingung ingin menyalahkan siapa
Selalu saja ada kondisi yang membuat kebencian ini bertambah
Semua mata hanya bisa melihat dari luar saja
Tanpa tahu apa yang ada jauh didalamnya
Semua bunga yang ada di dalam hati
Dapat diganti dengan bunga yang ada di luar hati

Saat ini hanya dari luar terlihat seperti air
Tenang, jernih, tawar
Tapi jauh di dalamnya
Air dikalahkan oleh api
Lebih banyak duri yang tumbuh daripada bunga
Continue Reading...

Selasa, 02 Desember 2014

Puisi "Tak Ingin Jahat"

Tak Ingin Jahat
Oleh Firda Tsaniyah



Aku hanya minta setetes air
Apakah itu terlalu sulit untuk mu?
Kau meminta segelas air
Ikhlas ku berikan
Sangat sulit sepertinya
Aku meminta sedikit pertolongan kepada mu
Tak ada sedikit kesadarankah pada nurani mu?
Aku tak meminta lebih seperti mu
Haruskah ku sedikit jahat kepada mu
Apakah bisa hal itu membuatmu sadar?
Ataukah aku harus diam?
Biarkan dirimu yang tersadar dengan sendirinya
Apa kau ingin aku benar-benar jahat kepada mu?
Continue Reading...

*

*

Selasa, 23 Desember 2014

Puisi - Disinilah Aku

Disinilah Aku
Oleh Firda Tsaniyah


Tak taukah kau
Ini sangat menyakitkan
Ini sangat melelahkan 
Selalu berusaha tersenyum di depan mu
Tapi apa yang kau lakukan
Kau berbalik, seperti tidak melihat apapun
Berusaha mengikuti mu
Tapi apa yang kau lakukan
Dirimu berjalan terus, tanpa menoleh kebelakang sedikit pun
Tak bisakah melihat diriku sebentar saja
Tersadar diriku sekarang 
Berusaha berjalan bersebrangan dengan dirimu, itu yang kulakukan
Mengapa begitu menyakitkan hal yang kulakukan
Tapi disini aku lah sekarang 
Yang terlalu lelah mengikutimu
Meyingkirkan dirimu dari pikiranku
Mencoba sekuat yang kubisa 
Ku yakin aku bisa 
Disinilah aku, berusaha untuk tidak melihatmu lagi 
Mencari seseorang yang akan menatap ku lebih lama

Kamis, 11 Desember 2014

Cerpen - Ini untuk Kakak Ku


Ini untuk Kakak Ku


Sekarang aku sudah berumur 22 tahun, berarti sudah 15 tahun aku hidup tanpa kakak ku. Setiap kali mengigat kakak ku, aku selalu merasa menyesal. Bagaimana tidak? Kakak ku meninggal karena dia membelaku. Membelaku dari orang-orang jahat itu. Saat itu aku tak bisa membantu apapun, karena aku masih kecil. Aku tidak mengerti sedang terjadi apa saat itu. Tapi aku mengerti bahwa mereka sedang mencoba menyakitinya. Aku terdiam kaku tak bersuara dan tidak bergerak sedikit pun. Petang  itu adalah petang ke 2 yang terburuk dalam hidupku setelah petang  yang pertama adalah malam dimana ibu dan ayah meninggalkan aku dan kakak ku di panti asuhan. Sejak saat itu aku membenci mereka berdua. Tapi kakak ku selalu mencoba agar aku tidak membenci mereka. Sampai saat ini aku belum bisa menghapus kebencian itu.
Kejadian itu terjadi saat aku berumur 7 tahun, kakak membawa ku bejalan-jalan ditaman setelah dia pulang sekolah. Keadaan taman itu memang begitu tenang, karena tidak terlalu banyak orang yang datang pada saat keadaan dingin seperti ini. Benar-benar menyenangkan saat itu. Tapi tiba-tiba ketenangan itu berubah menjadi mencengkam. Dari arah berlawanan ada sekitar 5 orang atau lebih, entahlah samar-samar dalam ingatanku. Mereka datang ingin menghampiri aku dan kakak ku. Tapi kakak ku langsung mengemblok ku kemudian dia berlari. Aku menoleh kebelakang ternyata orang-orang itu ikut berlari mengejar kami. Aku merasa sangat takut. Aku mendengar suara nafas kakak ku yang tidak beraturan. Tapi orang-orang itu berhasil mendahului kami. 
Salah satu dari mereka medorong kakak ku dari belakang hingga kami berdua terjatuh. “Hei Dimas!!! Kenapa kau berlari sangat cepat??”,orang itu mendekati aku dan kakak ku denga nada meledek. Lalu dia menarik kerah baju seragam kakak menyuruh untuk berdiri.”Angga cepat pergi dari sini!!”,perintah kakak ku. “Tapi,,,”. “Sudah cepat pergi!!!”,teriak kakak ku dan membuat ku semakin merasa takut. “Heii kenapa kau membentak adik mu, biarkan dia disini saja menemani mu disaat terakhir”, ledek salah seorang dari mereka yang tubuhnya paling tinggi diantara yang lain dan yang lainnya berhasil memegang  tanganku. Aku terperangkap olehnya. Aku semakin takut dan jantung ini berdetak semakin kencang karena perkataan orang itu. Apa yang dia maksud? Mengapa dia berbicara saat terakhir? Ada apa ini sebenarnya? Aku tidak bisa lari, karena mereka telah menangkap ku . Kakak ku pun ditangkap mereka. Dia dipukuli, aku tidak tahu karena apa. Aku hanya bisa mendengar dan melihat kakak ku yang tidak berdaya melawan mereka. “Ini adalah akibat karena kau selalu menentang kami, kau selalu meremehkan kami. Tapi sekarang,,, apa yang bisa kau perbuat hah?? Kau lemah, tidak berdaya, apa bisa kau memukul ku seperti sore kemarin hah??”. “Lepaskan,,, LEPASSSKANN ADIK KU SEKARANG !!!”. “KAU BERANI BERTERIAK KEPADA KU HAH?”. Kakak ku dipukul lagi olehnya. 
Aku ditahan oleh satu orang,tapi aku samasekali tidak bisa melawan.  Mereka memukuli kakak ku secara bergantian. Tiba-tiba kakakku jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Kemudian ada seseorang dari kejauhan yang berteriak,”HEYY KALIAN SEDANG APA?”, kemudian orang itu berlari ke arah kami, tetapi orang-orang jahat itu sudah berlari dengan cepat meninggalkan kami yang tak berdaya. Dan saat itu pun aku tahu bahwa kakak sudah tak bersama ku lagi. Hanya ada raganya disamping ku. Aku menangis sejadi-jadinya. Dan sejak saat itu aku bertekad untuk menghukum semua orang yang berbuat jahat kepada orang baik seperti kakak ku.
Di umur 18 tahun aku masuk ke Akademi Kepolisian. Yaa kalian sudah tahu tujuan ku bukan?? Aku hanya ingin membela kakak ku, orang-orang seperti kakak ku. Kakak yang telah membuat aku mempunyai harapan untuk tetap hidup walaupun tanpa dirinya. Sekarang aku sudah menjadi Polisi. ini semua karena kakak, karena tekad ku, karena usaha ku, dan karena Tuhan. 

Puisi - Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka

"Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka"
 Oleh Firda Tsaniyah



Selalu menjadi perhatiaan banyak orang
Tak merasa nyaman dekat dengan orang seperti itu
Kebaikan ini sangat mudah dihapus karna orang seperti itu
Tak menyalahkan orang itu
Hanya saja bingung ingin menyalahkan siapa
Selalu saja ada kondisi yang membuat kebencian ini bertambah
Semua mata hanya bisa melihat dari luar saja
Tanpa tahu apa yang ada jauh didalamnya
Semua bunga yang ada di dalam hati
Dapat diganti dengan bunga yang ada di luar hati

Saat ini hanya dari luar terlihat seperti air
Tenang, jernih, tawar
Tapi jauh di dalamnya
Air dikalahkan oleh api
Lebih banyak duri yang tumbuh daripada bunga

Selasa, 02 Desember 2014

Puisi "Tak Ingin Jahat"

Tak Ingin Jahat
Oleh Firda Tsaniyah



Aku hanya minta setetes air
Apakah itu terlalu sulit untuk mu?
Kau meminta segelas air
Ikhlas ku berikan
Sangat sulit sepertinya
Aku meminta sedikit pertolongan kepada mu
Tak ada sedikit kesadarankah pada nurani mu?
Aku tak meminta lebih seperti mu
Haruskah ku sedikit jahat kepada mu
Apakah bisa hal itu membuatmu sadar?
Ataukah aku harus diam?
Biarkan dirimu yang tersadar dengan sendirinya
Apa kau ingin aku benar-benar jahat kepada mu?

Blogroll

About