Minggu, 16 November 2014

Puisi - "Sampai Akhir"

Share it Please
Sampai Akhir
Oleh Firda Tsaniyah

Petang ku datang
Ingin datang ke tempat mu
Melewati banyak titik kesibukan
Tak apa, itu tak terasa, dan tak ku pikirkan
Pikiran ku hanya ke tujuan ku
Tujuan tempat kau akan hadir disana
Sampai ku, tak lelah ku menunggu
Belum sampai kau, aku tetap menunggu

Sampai kau, tak terlihat oleh ku
Kau dimana?
Jelas seharusnya kau disana, di dalam benda besar yang berjalan itu
Tapi tak ada
Mungkin bukan tak ada, tapi tak terlihat
Mungkinkah karna tirai itu?
Aku rasa iya
Bisakah kau singkirkan sedikit tirai itu
Aku, bukan hanya aku
Tapi kami
Kami sangat ingin melihatmu
Walaupun berjam-jam kami menunggu, tak mengapa
Ku rasa kau tak mendengar keiginan kami
Dan benar
Tak kau singkirkan tirai itu

Setengah sadar aku berdiri karna hal itu
Sekuat tenaga aku menahan lelah ku,
Sekuat tenaga aku menjaga keseimbangan tubuhku
Bersandar raga ku di dinding beralas aspal
Sejenak, kosong pikiranku
Kemudian, kembali terisi pikiranku 
Terisi lagi karna mu, karna suara mu
Kali ini ,tenaga ku tak kuat menahan tangis ku
Lama ku diam, mencoba mendengar lebih dalam
Semakin deras tangis ini
Dan belum berhenti sampai aku kembali ke titik awal ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

*

*

Minggu, 16 November 2014

Puisi - "Sampai Akhir"

Sampai Akhir
Oleh Firda Tsaniyah

Petang ku datang
Ingin datang ke tempat mu
Melewati banyak titik kesibukan
Tak apa, itu tak terasa, dan tak ku pikirkan
Pikiran ku hanya ke tujuan ku
Tujuan tempat kau akan hadir disana
Sampai ku, tak lelah ku menunggu
Belum sampai kau, aku tetap menunggu

Sampai kau, tak terlihat oleh ku
Kau dimana?
Jelas seharusnya kau disana, di dalam benda besar yang berjalan itu
Tapi tak ada
Mungkin bukan tak ada, tapi tak terlihat
Mungkinkah karna tirai itu?
Aku rasa iya
Bisakah kau singkirkan sedikit tirai itu
Aku, bukan hanya aku
Tapi kami
Kami sangat ingin melihatmu
Walaupun berjam-jam kami menunggu, tak mengapa
Ku rasa kau tak mendengar keiginan kami
Dan benar
Tak kau singkirkan tirai itu

Setengah sadar aku berdiri karna hal itu
Sekuat tenaga aku menahan lelah ku,
Sekuat tenaga aku menjaga keseimbangan tubuhku
Bersandar raga ku di dinding beralas aspal
Sejenak, kosong pikiranku
Kemudian, kembali terisi pikiranku 
Terisi lagi karna mu, karna suara mu
Kali ini ,tenaga ku tak kuat menahan tangis ku
Lama ku diam, mencoba mendengar lebih dalam
Semakin deras tangis ini
Dan belum berhenti sampai aku kembali ke titik awal ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About