Minggu, 09 November 2014

Puisi - "Sampai Kapan?"

Share it Please
"Sampai Kapan?"
Oleh Firda Tsaniyah



Dewa siang sedang di titik tengahnya
Tapi...
Gelap, itu yang kurasakan 
Minggu sedang ada di akhirnya
Tapi...
Sepi, itu yang kurasakan
Lelah menunggu mu selama ini
Hingga jam pasir habis dengan pasirnya
Hujan habis dengan air nya
Salju habis dengan putihnya
Pohon habis dengan daunnya
Tak bisa kah kau menetap?
Akhh kurasa tidak, cukup kembali saja
Cukup bagi ku 
Tapi menyiksa ku
Jarak ku dengan mu tak dapat dihitung
Bukan terlalu jauh, tapi karna tak tahu dimana raga dan jiwa mu

Apakah nada lagu ku akan habis sampai disini?
Tak bisakah kau membuatnya menjadi sebuah lagu?
Yaa kurasa tetap tak bisa
Tapi harapan itu masih ada
Hanya saja, harapan itu pun yang membuat ku semakin jauh masuk kedalam kesepian ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

*

*

Minggu, 09 November 2014

Puisi - "Sampai Kapan?"

"Sampai Kapan?"
Oleh Firda Tsaniyah



Dewa siang sedang di titik tengahnya
Tapi...
Gelap, itu yang kurasakan 
Minggu sedang ada di akhirnya
Tapi...
Sepi, itu yang kurasakan
Lelah menunggu mu selama ini
Hingga jam pasir habis dengan pasirnya
Hujan habis dengan air nya
Salju habis dengan putihnya
Pohon habis dengan daunnya
Tak bisa kah kau menetap?
Akhh kurasa tidak, cukup kembali saja
Cukup bagi ku 
Tapi menyiksa ku
Jarak ku dengan mu tak dapat dihitung
Bukan terlalu jauh, tapi karna tak tahu dimana raga dan jiwa mu

Apakah nada lagu ku akan habis sampai disini?
Tak bisakah kau membuatnya menjadi sebuah lagu?
Yaa kurasa tetap tak bisa
Tapi harapan itu masih ada
Hanya saja, harapan itu pun yang membuat ku semakin jauh masuk kedalam kesepian ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About