Selasa, 18 November 2014

Puisi - "Tak Salah"

Tak Salah
Oleh Firda Tsaniyah


Biasa saja
Itulah yang pertama kali ku rasakan
Tapi sekarang
Menjadi sebuah tekanan
Beliau berkata "semuanya sama"
Tapi "beda" yang kurasa
Apa karna ini dari sudut pandang ku?
Apakah hanya karna aku merasa iri?
Apakah salah diriku berfikir seperti itu?
Mereka lahir pada kondisi yang berbeda dengan ku
Bukan hanya satu kondisi
Tapi semua kondisi
Inikah yang membuat mereka seperti kucing rumah
Yang hanya bermanja ria
Tak bisakah mereka mengerti seperti apa aku dulu
Seperti apa hidup ku dulu
Continue Reading...

Minggu, 16 November 2014

Puisi - "Sampai Akhir"

Sampai Akhir
Oleh Firda Tsaniyah

Petang ku datang
Ingin datang ke tempat mu
Melewati banyak titik kesibukan
Tak apa, itu tak terasa, dan tak ku pikirkan
Pikiran ku hanya ke tujuan ku
Tujuan tempat kau akan hadir disana
Sampai ku, tak lelah ku menunggu
Belum sampai kau, aku tetap menunggu

Sampai kau, tak terlihat oleh ku
Kau dimana?
Jelas seharusnya kau disana, di dalam benda besar yang berjalan itu
Tapi tak ada
Mungkin bukan tak ada, tapi tak terlihat
Mungkinkah karna tirai itu?
Aku rasa iya
Bisakah kau singkirkan sedikit tirai itu
Aku, bukan hanya aku
Tapi kami
Kami sangat ingin melihatmu
Walaupun berjam-jam kami menunggu, tak mengapa
Ku rasa kau tak mendengar keiginan kami
Dan benar
Tak kau singkirkan tirai itu

Setengah sadar aku berdiri karna hal itu
Sekuat tenaga aku menahan lelah ku,
Sekuat tenaga aku menjaga keseimbangan tubuhku
Bersandar raga ku di dinding beralas aspal
Sejenak, kosong pikiranku
Kemudian, kembali terisi pikiranku 
Terisi lagi karna mu, karna suara mu
Kali ini ,tenaga ku tak kuat menahan tangis ku
Lama ku diam, mencoba mendengar lebih dalam
Semakin deras tangis ini
Dan belum berhenti sampai aku kembali ke titik awal ku

Continue Reading...

Selasa, 11 November 2014

Puisi - "Berhenti"

BERHENTI
Oleh Firda Tsaniyah

Dengar!!!
Aku belum tentu benar
Aku belum tentu mengetahui semua hal
Aku belum tentu mengerti
Kenapa?
Apa?
Kenapa masih bertanya pada ku
Masih bisa aku bantu
Tapi tak akan selalu
Tak bisakah kau sejenak berhenti
Aku pun ingin berhenti sejenak
Disini bukan hanya aku 
Disini ada dia, ada mereka 



Haiii!!! Puisi ini terinspirasi dari seseorang yang sangat dekat dengan ku.  đŸ˜Š
Don't forget to leave comment guyss!! 

Continue Reading...

Minggu, 09 November 2014

Puisi - "Sampai Kapan?"

"Sampai Kapan?"
Oleh Firda Tsaniyah



Dewa siang sedang di titik tengahnya
Tapi...
Gelap, itu yang kurasakan 
Minggu sedang ada di akhirnya
Tapi...
Sepi, itu yang kurasakan
Lelah menunggu mu selama ini
Hingga jam pasir habis dengan pasirnya
Hujan habis dengan air nya
Salju habis dengan putihnya
Pohon habis dengan daunnya
Tak bisa kah kau menetap?
Akhh kurasa tidak, cukup kembali saja
Cukup bagi ku 
Tapi menyiksa ku
Jarak ku dengan mu tak dapat dihitung
Bukan terlalu jauh, tapi karna tak tahu dimana raga dan jiwa mu

Apakah nada lagu ku akan habis sampai disini?
Tak bisakah kau membuatnya menjadi sebuah lagu?
Yaa kurasa tetap tak bisa
Tapi harapan itu masih ada
Hanya saja, harapan itu pun yang membuat ku semakin jauh masuk kedalam kesepian ku
Continue Reading...

Jalan-jalan ke International Book Fair Indonesia

Pagi,  siang, sore, malem semuanya !!!!
Balik lagi nih,, abis jalan-jalan kemarin sama Mimi ke istora senayan. Ngapain?? Ke pameran buku lah. Tumben,, 😒

Yaaa kita mulai aja yaa perjalan ku sama Mimi kesana. Ngepost sambil dengerin lagu ciptaannya Siwon Oppa nih yang judulnya "dont leave me". Galau yaa?? Kayaknya iya ahahaa. Oke mulai lagi ya.
Yeayyy!!!!  đŸ˜„
Awalnya Mimi minta temenin, tapi pertama aku bilang lagi sibuk. *sok sibuk ? 😒
Tapi berubah pikiran ahaha, karena sesuatu hal. Oke jadi malem sabtu langsung sms Mimi kalau aku bisa nemenin dia. Langsung kita omongin mau janjian ketemuan dimana. Ibu ku ngasih tahu kalau ketemuan di halte busway UKI aja, terus naik bus transjakarta yang ke arah Grogol. Oke kita ikutin tuh. Janjian jam 11 udah jalan. Tapi hal hasil baru jalan jam 12.30 hehehehe 😁. Perjalanan ku menuju halte busway UKI kira-kira meminum *ehh memakan maksudnya, memakan waktu 30 menit aja. Saat sampai di halte, si Mimi belum ada. Langsung aku sms dia, ternyata dia lagi nunggu bus yang mau ke UKI belum dateng-dateng. Yaudah aku tunggu jadinya. Kira-kura 15 menit kemudian Mimi dateng. Kita duduk dulu tuh di halte sambil nunggu bus transjakartanya. Bus nya datang kita langsung naik, alhamdulillah dapet kursi walaupun duduk bersebrangan. Karna kita duduk bersebrangan dan susah untuk ngobrol, aku mengambil keputusan untuk main hp aja. Mimi juga main hp.
Karena keasikan main hp, tiba-tiba pas liat keluar udah ada di MTA,, nah lohh . Aku sama mimi kaget juga, yaudah kita langsung turun di halte MTA. Saat turun kita langsung nannya sama mas-mas busway tuh kalau mau ke GBK naik kemana lagi. Dan kata mas nya kita turun di halte grogol abis itu naik yang ke Harmoni dan naik lagi yang ke arah Blok M.

Yaudah abis itu kita naik lagi bus yang ke grogol. Di dalam bud kita berdua ketawa ahahaha, gara-gara baru turun bus udah naik lagi ahaha. Udah sampai di halte grogol kita jalan di jembatan busway buat naik bus yang ke arah Harmoni. Nunggu bus nya gak terlalu lama juga. Pas naik kita gak dapet kursi. Yaudah deh gak apa-apa. Di jalan tejebak macet, yaitu pad di daerah Roxy. Saat sampai di Harmoni kita langsung naik yang ke arah Blok M.

Udah sampai di lokasi acara, kita jalan dulu untuk sampai ditempat festival. Saat sampai kita masuk kedalam gedung dan pertama kita masuk di area agama Islam. Pas liat Subahanallah, didalamnya wanita-wanita berhijab semua. Adem liatnya juga.
Terus kita keliling tuh liat-liat buku. Mimi beli buku satu, novel korea. Kalau aku, tidak. Setelah selesai kami sempat berfoto dulu disana.

Laper kan udah jalan-jalan liat buku, aku ngajak Mimi ke Monas aja dulu sebelum pulang. Awalnya Mimi juga ngajak ke Kotu tapi akhirnya ke Monas. Di Monas kita liat banyak orang julan, tapi menu nya gak jauh beda. Ada bakso, mia ayam, pecel lele, ketoprak, dll. Tapi kita memutuskan untuk makan ketoprak. Oh iya pas kita lagi di Monas cuaca nya lagi hujan, untung aja udah bawa payung dari rumah. Keteledoran kita saat itu adalah lupa nannya harga makanan sebelum memesan. Alhasil setelah makan pas mau bayar, nanya jadi berapa semuanya? Kata si ibu nya ketoprak 40 ribu sama minum mineralnya 5 ribu. Nah lohh kaget kita berdua dengernya. Apa karna kita gak pernah makan disini jadinya gak tahu harga. Yaudah mau gimana lagi, kita telah memakan 1 porsi ketoprak dengan harga 20 ribu. Nyesek sih iya. Biasanya 7 ribu an dirumah 😓 . Pas lagi kita makan, sempat terhenti tuh.  Karena ada sesuatu hal yang belum pernah kita liat sebelumnya. Jadi di langit itu ada kayak sekumpulan burung atau apa gitu gak tau, gak begitu keliatan. Terbang bekelompok,  ada gaya kayak gelombang, angin puyuh juga. Bagus diliatnya. Orang-orang yang ada di Monas juga ikut melihat.

Setelah makan rencananya kita mau naik bus jakarta city tour tapi pas nunggu bus nya, ternyata bus nya udah mau pulang. Karena oprasional hanya sampai jam 7 malam, gak jadi deh jalan-jalan naik bus nya. Akhirnya kita pulang naik kereta ke arah bekasi.

Senang dan lelah juga jalan-jalannya, tapi tetap meyenangkan.
Sampai disini aja ceritanya yaa....
Jika ada kesalahan mohon di maafkan.
Dan jika ada saran tempat-tempat yang meyenangkan mohon dishare yaa 😄
고마워요
Continue Reading...

Sabtu, 08 November 2014

BALASAN

Kita sama-sama banyak
Kita sama-sama hidup
Kita sama-sama makan
Kita sama-sama minum
Kau berikan kami air mu, kau berikan kami tanah mu
Kau beri tanpa batas, tapi kami ambil tanpa batas pun

Birunya atap mu, hijaunya lantai mu
Beri kami kesegaran, beri kami kesejukan
Tapi kami beri kemusnahan, kami beri kesakitan

Tak bisa kau menahan sabar mu kepada kami
Kau limpahkan semua air mu ke wilayah hidup kami
Wilayah kesenangan kami, wilayah penderitaan kami
Kau limpahkan muntahan mu, kau limpahkan tangisan mu
Buat kami melimpahkan tangis kami juga
Buat kami berserakan
Buat kami kehilangan
Dan buat kami sadar

Betapa baiknya dirimu
Kau memberi kartu kedua
Mungkin Kartu yang tak dapat kau berikan lagi suatu saat nanti
Berterima kasih kami tak terhitung kepada mu
Biarkan kami mencoba menjaga mu
Seluruh tenaga kami untuk mu
Mengapa?
Karna kami ingin berjuang membalas semua tenaga ikhlas mu
Untuk kami


Continue Reading...

Minggu, 02 November 2014

Senangnya Bersahabat

Hiii Semuanya !!!!
Kenapa ngepos tentang ini??? mau aja hihihi

      Mau ngebahas tentang persahabatan saya dengan sahabat-sahabat saya tercinta. Punya sahabat seperti mereka itu rasanya senang, bahagia, seru pokoknya. Persahabatan ini terbilang cukup lama, hampir 4 tahun. Jadi, banyak banget kejadian-kejadian yang kita alami bareng-bareng. Kejadian seneng sama-sama, sedih sama-sama, dan kesel juga sama-sama. Kita punya sebutan sendiri untuk kita, namanya S-STA, artinya itu 5 bintang, Disitu ada saya Firda, Mimi, Nia, Rosa, dan Diana.
      Kita itu ketemuan pas kelas 1 SMA. Awalnya saya, Nia, dan Diana sudah saling kenal, karena kita dari lulusan SMP yang sama. Hanya saat SMP kita tidak begitu dekat. Waktu itu ngobrol biasa-biasa aja, tapi lama-lama jadi deket, dan kalau kemana-mana barengan. Tugas kelompok juga barengan terus ahahaha, gak mau jauh-jauh dari mereka. Pas naik ke kelas 2 kita beda kelas. Saya, Nia dan Rosa dikela SOS1, sedangkan Mimi dan Diana IPA3. Tapi walaupun beda kelas, kalau istirahat kita tetep maen barengan hahahahah....
     Satu hal yang saling kita rasain yaitu, cemburu kalau udah yang satu temenan sama yang lain juga hahahaha aneh juga, tapi itu karena kita emang udah deket banget.
Kalau cerita sama mereka. Diantara kita yang paling jarang cerita tuh Mimi, dan yang paling sering cerita si Nia ahahaha. Jarang ngomongin cowok di dunia asli, tapi paling sering ngomongin cowok dunia khayalan ahahah . Cowok dunia khayalan itu adalah para idola kita. Sebenernya itu waktu kelas 1 saya, Rosa sama Diana nggak ngerti tentang K-POP, tapi jadi tahu dan malahan tahu banget sekarang, gara-gara dicekokin Nia sama Mimi huwaaaaa. Mereka berdua itu K-POP dan sama-sama suka Suju, yaudah deh nih anak ber-3 jadi ikutan suka juga. Kita ber-3 dikasih liat MV2-nya Suju, Variety Show nya juga, semuanyalah pokoknya. Punya bias yang beda-beda, tapi sering ngebuly satu sama lain ahahahah,,, buat bercandaan doang sih,,,
      Waktu kelas 2 itu kita berlima pernah jualan disekolah. Kita jualan snack kecil gitu. Alhamdulillah untungnya lumayan banget buat kita berlima. Pernah waktu itu sampe pusing dan berantem cuma gara-gara uang seribu atau gope gitu ahahahaha. Kita juga suka ngebolang. Penah ngebolang ke museum Joang 45 naik kereta terus jalan kaki, langsung ke museum Fatahillah juga, dan lagi panas banget saat itu. Setelah itu kita ke tempatnya Mimi, yaitu Glodok, biasa dia cari kaset Korea ahahah. Kita jugapernah ngebolang ke Bogor, waktu itu ke The Jungle, dan yang ke dua kalinya ke cafe gitu, tapi lupa namanya.
       Kita itu termasuk anak bandel juga sih. Soalnya pas SMA suka banget abis pulang sekolah langsung main. Dan mainnya itu ke rumah Nia terus. Kenapa rumah Nia??? karena rumah dia yang paling deket sama sekolah. Jadi kita nyebut rumah Nia "basecamp". Kebiasaan kita kalo main itu, pertama bilangnya pulang jam 5 sore aja. Tapi, jadinya malah abis maghrib -_-,, kebiasaan banget dahh. Pernah tuh sekali pulang jam 10 mana naek angkot lagi, gara-gara ngerjain tugas Fisika.
       Tapi yang paling gak disangka, pas kelas 1 kita anak bandel tapi alhamdulillah dapet rangking 10 besar, berurutan juga pula kecuali Mimi. Pernah waktu itu si Mimi remed Geografi, nah udah dia kerjain tuh, tapi salah terus disuruh ngerjain lagi. Disitu dia udah badmood banget dan gak mau ngerjain. Kita sebagai sahabatnya pun ngebantuin dia buat ngerjain, tapi diem-diem ngerjainnya. Soalnya dia gak mau kita yang ngerjain, katanya biarin aja gak usah dikerjain. Dan kita kumpulkan tugasnya dia tuh. Kita saling kasih semangat, ngasih saran juga, tapi kadang saling protect banget.



Segituuu aja yaaa ceritanya ahahahahha......
Intinya jaga sahabat kalian, karena susah banget yang namanya cari sahabat....
I love You all my Best Friend......
Semoga kita akan selalu bersama :'D


Continue Reading...

Puisi PENGORBANAN

PENGORBANAN
oleh Firda Tsaniyah


Kau pergi untuk kami
Untuk kehidupan kami
Tapi aku ingin kau tetap disini
Menuntun kami dalam menjalani hidup kami
 
Sesaat kau akan kembali
Kau kembali pada kami
Dan kau akan pergi
Pergi untuk memenuhi panggilan itu
 
Panggilan yang selama ini
Selalu membuat kami hidup
Dan juga memasukkan kami
Kedalam sumur sepi tanpamu
 
Senang, itulah yang kurasakan
Saat aku merasakan hangatnya dekat denganmu
Tak ku sia-siakan waktu ku bersama mu
Waktu yang sangat singkat bagi ku
 
Demi keringat mu yang menetes karena ku
Aku berjanji  akan mengelap keringatmu
Dengan seluruh usah ku
Yang sangat ikhlas untuk mu
 
 
Motifasi ku adalah jiwa mu
Segalanya dari ku untuk mu
Walaupun melayang nyawa ku
Aku selalu berdoa untuk mu
 
Kau sakit, diri ku akan lebih sakit
Kau terluka, akan ku tutup luka mu degan kebahagiaan ku
Walaupun aku takkan pernah lagi bahagia
Bagiku kebahagiaan mu adalah keutamaan ku
 
Aku selalu mencoba segala cara
Agar diri mu bangga dan bahagia karna ku
Aku tak bisa bayangkan
Diri ku akan sangat lemah tanpa mu
 
Tapi akan ku coba untuk tidak lemah untuk mu
Walaupun aku lelah menimba ilmu
Tapi aku tahu, kau lebih lelah
Daripada lelah yang kurasakan
 
Terima kasih karena hati mu selalu ada di hari ku
Walaupun ragamu jarang bersama ku
Tak bisa aku ungkapkan lebih banyak lagi
Dengan seribu kata-kata
Continue Reading...

Ngebolang ke The Jungle, Bogor #1

      Sebenernya kejadiannya udah agak lama sih tapi masih 2014 bulan awal kira-kira. Ini cerita tentang ngebolang saya dengan sahabat-sahabat tercinta Nia, Diana, Mimi, dan Rosa, tapi sayangnya Rosa gak ikut dalam bolang kali ini. Kita memang sudah merencanakan untuk pergi ke bogor tapi belum tau ingin kemana. Akhirnya setelah berembuk dengan waktu yang singkat, kita memutuskan untuk berenang di The Jungle Bogor. Sebelum hari H, kita ngesearch dulu tuh di internet, kita cari lokasi The Jungle, sarana dan prasarananya apa aja. Untuk anak SMA pasti yang diliat itu pasti tiket masuknya dulu hahaha,,,
Kebetulan pas kita mau pergi itu adalah hari biasa bukan hari libur, tapi tetep aja rame. Terus kita juga ngesearch gimana cara sampe ke The Jungle dengan menggunakan angkutan umum. Nahh setelah semua informasi terkumpul, kita prepare semuanya tuh,, terutama itung-itungan berapa ongkos yang dibawa kesana hahahah.
     Sampai di hari H, Kita ke Bogor menggunakan kereta dan ngumpul di stasiun Tebet. Kita berangkat sekitar jam 9 pagi. Beruntungnya kita, saat itu kereta gak penuh-penuh banget sih hahahah,,,, lumayanlah dapet tempat duduk. Saat sampai di pemberhentian kereta terakhir yaitu stasiun Bogor, kita langsung naik angkot 02 ke arah BTM, pas didalam angkot kita bingung ongkos naik angkot berapa. Akhirnya si Mimi ngesearch di internet hahahaha. Pas sampe di BTM kita turun trus bayar ongkos 1 orang 3.000. Pas turun kita langsung minggir ke pinggir jalan. Ternyata si Mimi lupa naik apalagi. Akhirnya mau gak mau kan kita harus tanya orang, kalo gak nanya yang kesesat udah. Yaudah akhirnya kita nanya abang angkot yang ada disitu, trus abangnya bilang "iya dek sampe sana, ntar kalo ke The Junglenya naek ojek aja tapi mahal", udah ketauan itu mah kalo ojek mahal. Angkotnya nomor 04 yang kita naikin buat sampe ke Perumahan Nirwana dimana The Jungle berada. Di angkot kita bisik-bisik lagi tuh bayar ongkosnya berapa, akhirnya sepakat bayar aja 3000. Tuh abang angkot mukanya sanggar, tapi pas ngomong aksen sundanya tuh bikin ketawa hahahaha,, Sampe juga akhirnya tuh di gang Perumahan Nirwana, kata abangnya nyebrang aja. Si abang angkot ini bilangin lagi tentang ojek. Tapi kita jawab "kita naik shuttle bus kok bang didalem yang langsumg ke The Jungle". The Jungle emang nyediain shuttle bus ini untuk memudahkan pengunjung yang gak bawa kendaraan pribadi, contonya ya kita ahahaha...
       Lalu kita nyebrang, trus masuk terus ke dalam tuh gang, tapi ini gang jalan besar ya. Pas lagi jalan ada sekolahan TK tuh, nah ada abang-abang yang jual cilok. Jarang-jarang nyobain makan cilok di Bogor kan, jadinya pada beli dahh. Tapi kalo saya nggak, yang lain aja yang beli. Di grobak tuh abangnya ada tulisan "CILOK RASA AYAM BAWANG", ukuran tuh cilok sih lumayan gede daripada yang di Jakarta. Udah selesai beli cilok saya ikutan nyobain juga tuh ahahaha, pas nyoba ternyata rasa ayam bawangnya bener-bener kerasa. Kata yang lain si enak, tapi si Nia katanya lama-lama gak enak. Akhirnya kita lanjutin tuh jalan buat ketemu sama tuh bus. Pas lagi jalan ada bus depan kita tapi gak ada yang berbau The Jungle di bus itu. Yaudah kita liat aja dari depan, ternyata bener cuma bus yang lagi parkir aja.
     Kita lanjutin jalan lagi. Ternyata ada jalan turunan dan dibawahnya itu ada rel kereta. Dari kejauhan kita liat bus The Jungle baru dateng, karena kita takut ditinggalin, kita melambaikan tangan ke arah bus, itu malu-maluin sebenernya ahahaha,,,, tapi daripada ditinggalin. Akhirnya kita lari tuh ke arah bus. Untungnya gak ada kereta yang lewat.
*haduhh baru perginya aja udah sebanyak ini -_-
      Sampai di dekat bus kita langsung naik dan baru kita aja yang naik tuh bus. Abang supirnya bilang suruh tunggu sebentar. Gak lama kemudian ada 2 ibu-ibu sama 3 anak kecil yang mau berenang juga. Nunggunya sih lumayan lama yaa,, tapi akhirnya bus jalan juga. Di sepanajang jalan tuh yang kita liat rumah-rumah gedong, yaudah kita saling mendoakan biar punya rumah gede kayak gitu. Jalan menuju The Jungle memang cukup jauh dari pintu gerbang Perumahan Nirwana. Samapinya di The Jungle kita langsung ke loket nya,,,,, to be continued
Continue Reading...

*

*

Selasa, 18 November 2014

Puisi - "Tak Salah"

Tak Salah
Oleh Firda Tsaniyah


Biasa saja
Itulah yang pertama kali ku rasakan
Tapi sekarang
Menjadi sebuah tekanan
Beliau berkata "semuanya sama"
Tapi "beda" yang kurasa
Apa karna ini dari sudut pandang ku?
Apakah hanya karna aku merasa iri?
Apakah salah diriku berfikir seperti itu?
Mereka lahir pada kondisi yang berbeda dengan ku
Bukan hanya satu kondisi
Tapi semua kondisi
Inikah yang membuat mereka seperti kucing rumah
Yang hanya bermanja ria
Tak bisakah mereka mengerti seperti apa aku dulu
Seperti apa hidup ku dulu

Minggu, 16 November 2014

Puisi - "Sampai Akhir"

Sampai Akhir
Oleh Firda Tsaniyah

Petang ku datang
Ingin datang ke tempat mu
Melewati banyak titik kesibukan
Tak apa, itu tak terasa, dan tak ku pikirkan
Pikiran ku hanya ke tujuan ku
Tujuan tempat kau akan hadir disana
Sampai ku, tak lelah ku menunggu
Belum sampai kau, aku tetap menunggu

Sampai kau, tak terlihat oleh ku
Kau dimana?
Jelas seharusnya kau disana, di dalam benda besar yang berjalan itu
Tapi tak ada
Mungkin bukan tak ada, tapi tak terlihat
Mungkinkah karna tirai itu?
Aku rasa iya
Bisakah kau singkirkan sedikit tirai itu
Aku, bukan hanya aku
Tapi kami
Kami sangat ingin melihatmu
Walaupun berjam-jam kami menunggu, tak mengapa
Ku rasa kau tak mendengar keiginan kami
Dan benar
Tak kau singkirkan tirai itu

Setengah sadar aku berdiri karna hal itu
Sekuat tenaga aku menahan lelah ku,
Sekuat tenaga aku menjaga keseimbangan tubuhku
Bersandar raga ku di dinding beralas aspal
Sejenak, kosong pikiranku
Kemudian, kembali terisi pikiranku 
Terisi lagi karna mu, karna suara mu
Kali ini ,tenaga ku tak kuat menahan tangis ku
Lama ku diam, mencoba mendengar lebih dalam
Semakin deras tangis ini
Dan belum berhenti sampai aku kembali ke titik awal ku

Selasa, 11 November 2014

Puisi - "Berhenti"

BERHENTI
Oleh Firda Tsaniyah

Dengar!!!
Aku belum tentu benar
Aku belum tentu mengetahui semua hal
Aku belum tentu mengerti
Kenapa?
Apa?
Kenapa masih bertanya pada ku
Masih bisa aku bantu
Tapi tak akan selalu
Tak bisakah kau sejenak berhenti
Aku pun ingin berhenti sejenak
Disini bukan hanya aku 
Disini ada dia, ada mereka 



Haiii!!! Puisi ini terinspirasi dari seseorang yang sangat dekat dengan ku.  đŸ˜Š
Don't forget to leave comment guyss!! 

Minggu, 09 November 2014

Puisi - "Sampai Kapan?"

"Sampai Kapan?"
Oleh Firda Tsaniyah



Dewa siang sedang di titik tengahnya
Tapi...
Gelap, itu yang kurasakan 
Minggu sedang ada di akhirnya
Tapi...
Sepi, itu yang kurasakan
Lelah menunggu mu selama ini
Hingga jam pasir habis dengan pasirnya
Hujan habis dengan air nya
Salju habis dengan putihnya
Pohon habis dengan daunnya
Tak bisa kah kau menetap?
Akhh kurasa tidak, cukup kembali saja
Cukup bagi ku 
Tapi menyiksa ku
Jarak ku dengan mu tak dapat dihitung
Bukan terlalu jauh, tapi karna tak tahu dimana raga dan jiwa mu

Apakah nada lagu ku akan habis sampai disini?
Tak bisakah kau membuatnya menjadi sebuah lagu?
Yaa kurasa tetap tak bisa
Tapi harapan itu masih ada
Hanya saja, harapan itu pun yang membuat ku semakin jauh masuk kedalam kesepian ku

Jalan-jalan ke International Book Fair Indonesia

Pagi,  siang, sore, malem semuanya !!!!
Balik lagi nih,, abis jalan-jalan kemarin sama Mimi ke istora senayan. Ngapain?? Ke pameran buku lah. Tumben,, 😒

Yaaa kita mulai aja yaa perjalan ku sama Mimi kesana. Ngepost sambil dengerin lagu ciptaannya Siwon Oppa nih yang judulnya "dont leave me". Galau yaa?? Kayaknya iya ahahaa. Oke mulai lagi ya.
Yeayyy!!!!  đŸ˜„
Awalnya Mimi minta temenin, tapi pertama aku bilang lagi sibuk. *sok sibuk ? 😒
Tapi berubah pikiran ahaha, karena sesuatu hal. Oke jadi malem sabtu langsung sms Mimi kalau aku bisa nemenin dia. Langsung kita omongin mau janjian ketemuan dimana. Ibu ku ngasih tahu kalau ketemuan di halte busway UKI aja, terus naik bus transjakarta yang ke arah Grogol. Oke kita ikutin tuh. Janjian jam 11 udah jalan. Tapi hal hasil baru jalan jam 12.30 hehehehe 😁. Perjalanan ku menuju halte busway UKI kira-kira meminum *ehh memakan maksudnya, memakan waktu 30 menit aja. Saat sampai di halte, si Mimi belum ada. Langsung aku sms dia, ternyata dia lagi nunggu bus yang mau ke UKI belum dateng-dateng. Yaudah aku tunggu jadinya. Kira-kura 15 menit kemudian Mimi dateng. Kita duduk dulu tuh di halte sambil nunggu bus transjakartanya. Bus nya datang kita langsung naik, alhamdulillah dapet kursi walaupun duduk bersebrangan. Karna kita duduk bersebrangan dan susah untuk ngobrol, aku mengambil keputusan untuk main hp aja. Mimi juga main hp.
Karena keasikan main hp, tiba-tiba pas liat keluar udah ada di MTA,, nah lohh . Aku sama mimi kaget juga, yaudah kita langsung turun di halte MTA. Saat turun kita langsung nannya sama mas-mas busway tuh kalau mau ke GBK naik kemana lagi. Dan kata mas nya kita turun di halte grogol abis itu naik yang ke Harmoni dan naik lagi yang ke arah Blok M.

Yaudah abis itu kita naik lagi bus yang ke grogol. Di dalam bud kita berdua ketawa ahahaha, gara-gara baru turun bus udah naik lagi ahaha. Udah sampai di halte grogol kita jalan di jembatan busway buat naik bus yang ke arah Harmoni. Nunggu bus nya gak terlalu lama juga. Pas naik kita gak dapet kursi. Yaudah deh gak apa-apa. Di jalan tejebak macet, yaitu pad di daerah Roxy. Saat sampai di Harmoni kita langsung naik yang ke arah Blok M.

Udah sampai di lokasi acara, kita jalan dulu untuk sampai ditempat festival. Saat sampai kita masuk kedalam gedung dan pertama kita masuk di area agama Islam. Pas liat Subahanallah, didalamnya wanita-wanita berhijab semua. Adem liatnya juga.
Terus kita keliling tuh liat-liat buku. Mimi beli buku satu, novel korea. Kalau aku, tidak. Setelah selesai kami sempat berfoto dulu disana.

Laper kan udah jalan-jalan liat buku, aku ngajak Mimi ke Monas aja dulu sebelum pulang. Awalnya Mimi juga ngajak ke Kotu tapi akhirnya ke Monas. Di Monas kita liat banyak orang julan, tapi menu nya gak jauh beda. Ada bakso, mia ayam, pecel lele, ketoprak, dll. Tapi kita memutuskan untuk makan ketoprak. Oh iya pas kita lagi di Monas cuaca nya lagi hujan, untung aja udah bawa payung dari rumah. Keteledoran kita saat itu adalah lupa nannya harga makanan sebelum memesan. Alhasil setelah makan pas mau bayar, nanya jadi berapa semuanya? Kata si ibu nya ketoprak 40 ribu sama minum mineralnya 5 ribu. Nah lohh kaget kita berdua dengernya. Apa karna kita gak pernah makan disini jadinya gak tahu harga. Yaudah mau gimana lagi, kita telah memakan 1 porsi ketoprak dengan harga 20 ribu. Nyesek sih iya. Biasanya 7 ribu an dirumah 😓 . Pas lagi kita makan, sempat terhenti tuh.  Karena ada sesuatu hal yang belum pernah kita liat sebelumnya. Jadi di langit itu ada kayak sekumpulan burung atau apa gitu gak tau, gak begitu keliatan. Terbang bekelompok,  ada gaya kayak gelombang, angin puyuh juga. Bagus diliatnya. Orang-orang yang ada di Monas juga ikut melihat.

Setelah makan rencananya kita mau naik bus jakarta city tour tapi pas nunggu bus nya, ternyata bus nya udah mau pulang. Karena oprasional hanya sampai jam 7 malam, gak jadi deh jalan-jalan naik bus nya. Akhirnya kita pulang naik kereta ke arah bekasi.

Senang dan lelah juga jalan-jalannya, tapi tetap meyenangkan.
Sampai disini aja ceritanya yaa....
Jika ada kesalahan mohon di maafkan.
Dan jika ada saran tempat-tempat yang meyenangkan mohon dishare yaa 😄
고마워요

Sabtu, 08 November 2014

BALASAN

Kita sama-sama banyak
Kita sama-sama hidup
Kita sama-sama makan
Kita sama-sama minum
Kau berikan kami air mu, kau berikan kami tanah mu
Kau beri tanpa batas, tapi kami ambil tanpa batas pun

Birunya atap mu, hijaunya lantai mu
Beri kami kesegaran, beri kami kesejukan
Tapi kami beri kemusnahan, kami beri kesakitan

Tak bisa kau menahan sabar mu kepada kami
Kau limpahkan semua air mu ke wilayah hidup kami
Wilayah kesenangan kami, wilayah penderitaan kami
Kau limpahkan muntahan mu, kau limpahkan tangisan mu
Buat kami melimpahkan tangis kami juga
Buat kami berserakan
Buat kami kehilangan
Dan buat kami sadar

Betapa baiknya dirimu
Kau memberi kartu kedua
Mungkin Kartu yang tak dapat kau berikan lagi suatu saat nanti
Berterima kasih kami tak terhitung kepada mu
Biarkan kami mencoba menjaga mu
Seluruh tenaga kami untuk mu
Mengapa?
Karna kami ingin berjuang membalas semua tenaga ikhlas mu
Untuk kami


Minggu, 02 November 2014

Senangnya Bersahabat

Hiii Semuanya !!!!
Kenapa ngepos tentang ini??? mau aja hihihi

      Mau ngebahas tentang persahabatan saya dengan sahabat-sahabat saya tercinta. Punya sahabat seperti mereka itu rasanya senang, bahagia, seru pokoknya. Persahabatan ini terbilang cukup lama, hampir 4 tahun. Jadi, banyak banget kejadian-kejadian yang kita alami bareng-bareng. Kejadian seneng sama-sama, sedih sama-sama, dan kesel juga sama-sama. Kita punya sebutan sendiri untuk kita, namanya S-STA, artinya itu 5 bintang, Disitu ada saya Firda, Mimi, Nia, Rosa, dan Diana.
      Kita itu ketemuan pas kelas 1 SMA. Awalnya saya, Nia, dan Diana sudah saling kenal, karena kita dari lulusan SMP yang sama. Hanya saat SMP kita tidak begitu dekat. Waktu itu ngobrol biasa-biasa aja, tapi lama-lama jadi deket, dan kalau kemana-mana barengan. Tugas kelompok juga barengan terus ahahaha, gak mau jauh-jauh dari mereka. Pas naik ke kelas 2 kita beda kelas. Saya, Nia dan Rosa dikela SOS1, sedangkan Mimi dan Diana IPA3. Tapi walaupun beda kelas, kalau istirahat kita tetep maen barengan hahahahah....
     Satu hal yang saling kita rasain yaitu, cemburu kalau udah yang satu temenan sama yang lain juga hahahaha aneh juga, tapi itu karena kita emang udah deket banget.
Kalau cerita sama mereka. Diantara kita yang paling jarang cerita tuh Mimi, dan yang paling sering cerita si Nia ahahaha. Jarang ngomongin cowok di dunia asli, tapi paling sering ngomongin cowok dunia khayalan ahahah . Cowok dunia khayalan itu adalah para idola kita. Sebenernya itu waktu kelas 1 saya, Rosa sama Diana nggak ngerti tentang K-POP, tapi jadi tahu dan malahan tahu banget sekarang, gara-gara dicekokin Nia sama Mimi huwaaaaa. Mereka berdua itu K-POP dan sama-sama suka Suju, yaudah deh nih anak ber-3 jadi ikutan suka juga. Kita ber-3 dikasih liat MV2-nya Suju, Variety Show nya juga, semuanyalah pokoknya. Punya bias yang beda-beda, tapi sering ngebuly satu sama lain ahahahah,,, buat bercandaan doang sih,,,
      Waktu kelas 2 itu kita berlima pernah jualan disekolah. Kita jualan snack kecil gitu. Alhamdulillah untungnya lumayan banget buat kita berlima. Pernah waktu itu sampe pusing dan berantem cuma gara-gara uang seribu atau gope gitu ahahahaha. Kita juga suka ngebolang. Penah ngebolang ke museum Joang 45 naik kereta terus jalan kaki, langsung ke museum Fatahillah juga, dan lagi panas banget saat itu. Setelah itu kita ke tempatnya Mimi, yaitu Glodok, biasa dia cari kaset Korea ahahah. Kita jugapernah ngebolang ke Bogor, waktu itu ke The Jungle, dan yang ke dua kalinya ke cafe gitu, tapi lupa namanya.
       Kita itu termasuk anak bandel juga sih. Soalnya pas SMA suka banget abis pulang sekolah langsung main. Dan mainnya itu ke rumah Nia terus. Kenapa rumah Nia??? karena rumah dia yang paling deket sama sekolah. Jadi kita nyebut rumah Nia "basecamp". Kebiasaan kita kalo main itu, pertama bilangnya pulang jam 5 sore aja. Tapi, jadinya malah abis maghrib -_-,, kebiasaan banget dahh. Pernah tuh sekali pulang jam 10 mana naek angkot lagi, gara-gara ngerjain tugas Fisika.
       Tapi yang paling gak disangka, pas kelas 1 kita anak bandel tapi alhamdulillah dapet rangking 10 besar, berurutan juga pula kecuali Mimi. Pernah waktu itu si Mimi remed Geografi, nah udah dia kerjain tuh, tapi salah terus disuruh ngerjain lagi. Disitu dia udah badmood banget dan gak mau ngerjain. Kita sebagai sahabatnya pun ngebantuin dia buat ngerjain, tapi diem-diem ngerjainnya. Soalnya dia gak mau kita yang ngerjain, katanya biarin aja gak usah dikerjain. Dan kita kumpulkan tugasnya dia tuh. Kita saling kasih semangat, ngasih saran juga, tapi kadang saling protect banget.



Segituuu aja yaaa ceritanya ahahahahha......
Intinya jaga sahabat kalian, karena susah banget yang namanya cari sahabat....
I love You all my Best Friend......
Semoga kita akan selalu bersama :'D


Puisi PENGORBANAN

PENGORBANAN
oleh Firda Tsaniyah


Kau pergi untuk kami
Untuk kehidupan kami
Tapi aku ingin kau tetap disini
Menuntun kami dalam menjalani hidup kami
 
Sesaat kau akan kembali
Kau kembali pada kami
Dan kau akan pergi
Pergi untuk memenuhi panggilan itu
 
Panggilan yang selama ini
Selalu membuat kami hidup
Dan juga memasukkan kami
Kedalam sumur sepi tanpamu
 
Senang, itulah yang kurasakan
Saat aku merasakan hangatnya dekat denganmu
Tak ku sia-siakan waktu ku bersama mu
Waktu yang sangat singkat bagi ku
 
Demi keringat mu yang menetes karena ku
Aku berjanji  akan mengelap keringatmu
Dengan seluruh usah ku
Yang sangat ikhlas untuk mu
 
 
Motifasi ku adalah jiwa mu
Segalanya dari ku untuk mu
Walaupun melayang nyawa ku
Aku selalu berdoa untuk mu
 
Kau sakit, diri ku akan lebih sakit
Kau terluka, akan ku tutup luka mu degan kebahagiaan ku
Walaupun aku takkan pernah lagi bahagia
Bagiku kebahagiaan mu adalah keutamaan ku
 
Aku selalu mencoba segala cara
Agar diri mu bangga dan bahagia karna ku
Aku tak bisa bayangkan
Diri ku akan sangat lemah tanpa mu
 
Tapi akan ku coba untuk tidak lemah untuk mu
Walaupun aku lelah menimba ilmu
Tapi aku tahu, kau lebih lelah
Daripada lelah yang kurasakan
 
Terima kasih karena hati mu selalu ada di hari ku
Walaupun ragamu jarang bersama ku
Tak bisa aku ungkapkan lebih banyak lagi
Dengan seribu kata-kata

Ngebolang ke The Jungle, Bogor #1

      Sebenernya kejadiannya udah agak lama sih tapi masih 2014 bulan awal kira-kira. Ini cerita tentang ngebolang saya dengan sahabat-sahabat tercinta Nia, Diana, Mimi, dan Rosa, tapi sayangnya Rosa gak ikut dalam bolang kali ini. Kita memang sudah merencanakan untuk pergi ke bogor tapi belum tau ingin kemana. Akhirnya setelah berembuk dengan waktu yang singkat, kita memutuskan untuk berenang di The Jungle Bogor. Sebelum hari H, kita ngesearch dulu tuh di internet, kita cari lokasi The Jungle, sarana dan prasarananya apa aja. Untuk anak SMA pasti yang diliat itu pasti tiket masuknya dulu hahaha,,,
Kebetulan pas kita mau pergi itu adalah hari biasa bukan hari libur, tapi tetep aja rame. Terus kita juga ngesearch gimana cara sampe ke The Jungle dengan menggunakan angkutan umum. Nahh setelah semua informasi terkumpul, kita prepare semuanya tuh,, terutama itung-itungan berapa ongkos yang dibawa kesana hahahah.
     Sampai di hari H, Kita ke Bogor menggunakan kereta dan ngumpul di stasiun Tebet. Kita berangkat sekitar jam 9 pagi. Beruntungnya kita, saat itu kereta gak penuh-penuh banget sih hahahah,,,, lumayanlah dapet tempat duduk. Saat sampai di pemberhentian kereta terakhir yaitu stasiun Bogor, kita langsung naik angkot 02 ke arah BTM, pas didalam angkot kita bingung ongkos naik angkot berapa. Akhirnya si Mimi ngesearch di internet hahahaha. Pas sampe di BTM kita turun trus bayar ongkos 1 orang 3.000. Pas turun kita langsung minggir ke pinggir jalan. Ternyata si Mimi lupa naik apalagi. Akhirnya mau gak mau kan kita harus tanya orang, kalo gak nanya yang kesesat udah. Yaudah akhirnya kita nanya abang angkot yang ada disitu, trus abangnya bilang "iya dek sampe sana, ntar kalo ke The Junglenya naek ojek aja tapi mahal", udah ketauan itu mah kalo ojek mahal. Angkotnya nomor 04 yang kita naikin buat sampe ke Perumahan Nirwana dimana The Jungle berada. Di angkot kita bisik-bisik lagi tuh bayar ongkosnya berapa, akhirnya sepakat bayar aja 3000. Tuh abang angkot mukanya sanggar, tapi pas ngomong aksen sundanya tuh bikin ketawa hahahaha,, Sampe juga akhirnya tuh di gang Perumahan Nirwana, kata abangnya nyebrang aja. Si abang angkot ini bilangin lagi tentang ojek. Tapi kita jawab "kita naik shuttle bus kok bang didalem yang langsumg ke The Jungle". The Jungle emang nyediain shuttle bus ini untuk memudahkan pengunjung yang gak bawa kendaraan pribadi, contonya ya kita ahahaha...
       Lalu kita nyebrang, trus masuk terus ke dalam tuh gang, tapi ini gang jalan besar ya. Pas lagi jalan ada sekolahan TK tuh, nah ada abang-abang yang jual cilok. Jarang-jarang nyobain makan cilok di Bogor kan, jadinya pada beli dahh. Tapi kalo saya nggak, yang lain aja yang beli. Di grobak tuh abangnya ada tulisan "CILOK RASA AYAM BAWANG", ukuran tuh cilok sih lumayan gede daripada yang di Jakarta. Udah selesai beli cilok saya ikutan nyobain juga tuh ahahaha, pas nyoba ternyata rasa ayam bawangnya bener-bener kerasa. Kata yang lain si enak, tapi si Nia katanya lama-lama gak enak. Akhirnya kita lanjutin tuh jalan buat ketemu sama tuh bus. Pas lagi jalan ada bus depan kita tapi gak ada yang berbau The Jungle di bus itu. Yaudah kita liat aja dari depan, ternyata bener cuma bus yang lagi parkir aja.
     Kita lanjutin jalan lagi. Ternyata ada jalan turunan dan dibawahnya itu ada rel kereta. Dari kejauhan kita liat bus The Jungle baru dateng, karena kita takut ditinggalin, kita melambaikan tangan ke arah bus, itu malu-maluin sebenernya ahahaha,,,, tapi daripada ditinggalin. Akhirnya kita lari tuh ke arah bus. Untungnya gak ada kereta yang lewat.
*haduhh baru perginya aja udah sebanyak ini -_-
      Sampai di dekat bus kita langsung naik dan baru kita aja yang naik tuh bus. Abang supirnya bilang suruh tunggu sebentar. Gak lama kemudian ada 2 ibu-ibu sama 3 anak kecil yang mau berenang juga. Nunggunya sih lumayan lama yaa,, tapi akhirnya bus jalan juga. Di sepanajang jalan tuh yang kita liat rumah-rumah gedong, yaudah kita saling mendoakan biar punya rumah gede kayak gitu. Jalan menuju The Jungle memang cukup jauh dari pintu gerbang Perumahan Nirwana. Samapinya di The Jungle kita langsung ke loket nya,,,,, to be continued

Blogroll

About