Selasa, 31 Maret 2015

Tugas B.inggris2 menentukan Tense

Rupiah stabilizing but 
risks remain: BI
Satria Sambijantoro, The Jakarta Post, Jakarta | Business | Sat, March 28 2015, 12:28 PM
Business News



As the rupiah has stabilized(present perfect tense[S {the rupiah} + have/has + v3(past participle){stabilized}]) in recent days, Bank Indonesia (BI) says it will not become(Present Future tense[S {it} + will (not) + v1 {become}]) complacent, citing the seasonal increase in dollar-demand that will reach(future tense[S {that} + will + v1{reach}) its climax. BI Governor Agus Martowardojo says the future movement of the rupiah in coming months would be influenced(past future tense [S{the rupiah} + would + be + v3{influenced}]) not only by external dynamics, such as economic developments in the US or China, but also domestic factors, notably the potential increase in dollar demand among on shore corporations.

“In Indonesia, we have a cyclical pattern (Present Perfect Tense [S{We} + have + v3 {cylical}]) between March and June when there will be a risein foreign-debt payments and earnings repatriation,” BI Governor Agus Martowardojo told reporters (simple past tense[S{Agus Martowardojo} + v2{told}]) on Friday.

Having taken a battering earlier this month, the rupiah has stabilized
(present perfect tense[S{the rupiah} + have/has + v3/past participle{stabilized}) of late as foreign fund inflows returned after an easing of concerns that the US central bank would soon hike(past future tense[S {US ceentral bank} + would + v1 {hike} ]) its interest rate. On Friday, the rupiah traded(simple past tense[S {the rupiah} + v2 {traded})at 13,064 per dollar, relatively unchanged compared to earlier this week, when it stood(simple past tense[S {it} + v2 {stood} ]) at 13,067 per dollar, according to the Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).
Last week, the currency depreciated (simple past tense[S {the currency} + v2 {depriciated}]) to 13,209 per dollar, the weakest level since the 1998 Asian financial crisis when the country recorded(simple past tense[S {the country} + v2 {recorded}]) at least US$1 billion of fund outflows from the bonds market.
·      March-June high season for foreign debt payments and earnings repatriation
·      Despite recent selling-off, BI believes RI’s financial market remains in good shape
·      BI to intervene in the market to anchor currency stability mid-year

“In the first two weeks this month, there has been pressure [on the rupiah] due to outflows, but we are now seeing(present continues tense[S {we} + tobe {are} + v1-ing {seeing}]) returning inflows in the third week,” said Agus.
Despite the recent selling-off pressure, the Indonesian financial market remained(simple past tense[S {the indonesian financial market} + v2 {remained}]) in good shape as it still registered a net foreign inflow of Rp 42 trillion ($3.2 billion) year-to-date, the BI governor added. Foreign investors have bought(present perfect tense[S {foreign investors} + have/has + v3 {bought}]) at least Rp 5 trillion in Indonesian government bonds in the past two weeks, Finance Ministry data shows. That has led(present perfect tense[S {That} + have/has + v3 {led}) to a stabilization in one-month volatility for the rupiah, a measure of currency swings, which dropped 27 basis points this week to 12.07 percent, Bloomberg reported.
In response to the surging dollar demand in the middle of the year, BI would intervene(past future tense[S {BI} +would+v1 {intervene}]) “significantly” in the market to ensure currency stability, Senior Deputy Governor Mirza Adityaswara said on Friday. He said the central bank would not loosen(past future tense[S {the central bank}+Would + not +v1 {loosen}) its grip on the rupiah in an attempt to pile up its foreign exchange (forex) reserves.

Despite the depreciating rupiah, BI’s forex reserves have been on the upward trend, touching $115.5 billion by the end of March compared to $111.8 billion earlier this year, prompting suggestions that the central bank had scaled(past perfect tense[S {the central bank} +had+v3{scaled}) back its market intervention and had would tolerate currency depreciation.

Some people have argued(present perfect tense[S {some people} + have/has + v3 {argued) that BI did not intervene(past tense[S {BI} + did + not + v1 {intervene}])) in the market because it focused(past tense[S {it} + v2 {focused}])) on piling up its reserves,” the senior deputy governor noted.

“What’s worth highlighting here is that BI is serious in the market
(present tense [S {BI} + be + v1 {serious}+ O {the market}]), is serious to guard the rupiah. We are ready to intervene (present tense [S {We} + be + v1 {ready} + O {intervence}])  if there’s any turbulence in the financial market,” stated Mirza.

Helmi Arman, the chief economist of Citibank in Indonesia, predicted(past tense[S {Helmi Arman} + v2 {predicted}])the rupiah’s depreciation would have limited(past future perfect tense[S {the rupiah’s depreciation} +would+have+v3 {limited}]) pass-through to imported inflation, but warned the central bank that the impact would likely be felt in consumer sentiment and economic growth. There would be a risk that the rupiah’s depreciation could further impact household spending and exacerbate the declining growth rate of household consumption, he explained.

“Businesses can also see the cost of capacity-expansion rising as industrial machinery is mostly imported,” Helmi wrote in a research note. “Amid reduced(past tense[S {Amid} + v2 {reduce}])optimism on consumption growth, some businesses may well opt to wait and see, thereby delaying their expansion plans.”



- See more at: http://www.thejakartapost.com/news/2015/03/28/rupiah-stabilizing-risks-remain-bi.html#sthash.6WPHXGo6.dpuf
Continue Reading...

Sabtu, 28 Maret 2015

Interaksi Alm. Olga Syahputra dengan Sesama




A. Alasan memilih tokoh

      Alasan saya memilih tokoh karena Almarhum Olga Syahputra  adalah sosok yang sangat terkenal di Indonesia karena kelucuannya,keluguannya, serta kebaikannya terhadap sesama. Perjuangan yang dilalui untuk menjadi seorang artis sangat menginspirasi, dimulai dari zero hingga menjadi hero. Bukan hanya Hero bagi keluarganya, namun juga orang-orang disekelilingnya baik itu teman maupun orang yang belum dikenalnya. Serta kebaktiannya kepada kedua orang tua dan mampu mengangat derajat keluarganya adalah hal yang patut kita contoh. 


B. Biografi Tokoh

     Yoga Syahputra atau yang lebih dikenal dengan nama Olga Syahputra adalah seorang aktor, presenter, dan komedian yang lahir di Jakarta 8 Februari 1983. Sulung dari 7 bersaudara pasangan Nur Rahman dan Nurshida ini awalnya hanya penggemar yang sering meminta tanda tangan serta foto bareng idolanya. Keberuntungan menghampiri saat dirinya ditawari bermain di film Lenong Bocah. Sayangnya pria berdarahJawa-Minang ini diharuskan ikut latihan terlebih dahulu di Sanggar Ananda. Karena tak punya uang, Olga terpaksa menjual kulkas demi membayar kursus di Sanggar Ananda. Sahabat Olga, Bertrand Antolin yang kemudian mengulurkan bantuan dengan membelikan Olga kulkas baru. 
Selama aktif di Sanggar Ananda, Olga juga sering ikut syuting meski hanya peran-peran minor. Olga juga pernah menjadi asisten penyanyi Rita Sugiarto. Ketekunan Olga berbuah manis. Setelah sempat berperan di sinetron Kawin Gantung dan Si Yoyo, Olga menjadi presenter Ngidam di SCTV bersama dengan Jeremy Thomas. Olga juga bermain di acara komedi Jangan Cium Gue dan disusul Extravaganza ABG tahun 2005 namanya mulai dikenal. Namanya benar-benar melambung di awal 2007 setelah bergabung bersama dua rekannya Indra Bekti dan Indy Barends di acara Ceriwis Trans TV. 

     Mulai tahun 2008, Olga menjadi presenter TV acara musik Dahsyat di stasiun RCTI bersama Luna Maya dan Raffi Ahmad. Selain menjadi presenter, ia juga membintangi beberapa film layar lebar, di antaranya Skandal Cinta Babi Ngepet dan Mau Lagi. Film Mau Lagi sebelumnya dicekal dan tidak dapat beredar. Namun setelah berganti nama menjadi Cintaku Selamanya, film ini diberi izin untuk diedarkan.
Tak puas hanya menjadi presenter dan bintang film, Olga mulai merambah dunia tarik suara. Olga telah merilis dua single, yaitu Hancur Hatiku (2009) dan Jangan Ganggu Aku Lagi (2010) yang keduanya merupakan lagu ciptaan Charly Setia Band dengan label Nagaswara. Olga juga memenangkan penghargaan sebagai Presenter Acara Variety Show Music Terfavorit dan Pelawak Terfavorit dalam Panasonic Awards 2009 dan Panasonic Gobel Awards 2010 yang disiarkan di RCTI, TPI (sekarang MNC TV), dan Global TV. Setelah tidak lagi menjadi presenter acara Ceriwis, Olga membawakan acara Online di Trans TV bersama Jeng Kellin dan Ayu Dewi. Olga pernah menjadi pemain di Pesbukers ANTV bersama Jessica Iskandar, Raffi Ahmad dan pemain lainnya. Olga juga mengembangkan bisnisnya dengan membuka sebuah butik bersama dengan adik perempuannya, Reny Nurman yang bernama "Rumah Olga Syahputra" yang berlokasi di lantai 1 Los C2 No. 3A, ITC Kuningan, Jakarta Selatan. Ia mengatakan bahwa bisnisnya ini juga membantu adiknya yang sedang liburan kuliah.


C. Pembahasan 

       Olga Syahputra yang meninggal pada 27 Maret 2015 di Singapura ini mempunyai banyak kisah dalam hidupnya. Semasa hidupnya almarhum sering berbagi cerita mengenai kehidupannya dahulu hingga menjadi seorang artis kepada teman dan juga publik. Beliau selalu meneteskan air mata jika ia bercerita tentang kehidupannya dahulu. Yang dimana ia adalah tulang punggung keluarganya. Bukan hanya pada saat bercerita beliau meneteskan air mata ,namun pada saat beliau melihat atau mendengar ada sesama yang sedang kesusahan. Dengan sifat beliau yang rendah hati,tidak segan-segan beliau langsung menolong orang tersebut. Beliau juga rajin datang ke Panti Asuhan untuk membantu anak yatim piatu dan membantu pengemis dijalanan. Almarhum juga mempunyai anak angkat yang berumur 5 tahun yang juga mengidap penyakit meningitis sama seperti Almarhum.
     Bukan hanya mengangkat derajat keluarga, tetapi beliau juga sering membantu orang-orang untuk menjadi artis sepertinya. Setelah kepergian beliau,kerabat-kerabat beliau menceritakan kebaikan-kebaikan beliau yang telah dilakukan. Beliau juga sering menasihati kerabatnya agar selalu menjadi rendah hati, jangan hidup yang terlalu mewah, dan juga harus rajin menabung. Interaksi Almarhum Olga terhadap siapapun tidak memandang dari kelas sosial membuat banyak masyarakat simpati dan empati mengenai berita tentang meninggalnya beliau. Bisa terlihat dari banyaknya pelayat yang datang kerumah duka dan diperistirahatan terakhir beliau. Setelah dikuburnya beliau, dari pihak keluarga mengudang anak panti asuhan untuk mendoakan Almarhum Olga.
Seseorang yang mempunyai ketulusan dan kerendahan hati akan sulit dilupakan oleh keluarga, kerabat dan juga publik.

Cr; Firda Tsaniyah
http://id.wikipedia.org/wiki/Olga_Syahputra
Continue Reading...

Jumat, 02 Januari 2015

Untuk yang Disana

Ketika sahabatku menangisi orang lain
Tak tahu mengapa sangat sedih melihatnya
Selalu mencoba berusaha untuk orang itu
Namun tak pernah terbalas
Tak sadarkah orang itu?
Atau hanya pura-pura tak sadar?
Apa rasanya hanya menjadi milik orang itu dalam sehari?
Apa orang itu tidak tahu rasa sakitnya?
Kenapa orang itu sangat senang bermain?
Heyy!!!! Sahabat ku bukan boneka, KAU MENGERTI!!!!!
Tak bisakah kau pastikan perasaanmu?
Kau pikir tak lelah menunggu?
Kau pikir tak lelah melihat tingkahmu?
Ini sahabat ku, tak tega melihatnya seperti ini terus
TOLONG PASTIKAN  PERASAANMU!!!
Continue Reading...

Puisi

Bandingkan dengan Hutan
Oleh Firda Tsaniyah


Sepi seperti hutan 
Namun ini lebih menyeramkan daripada hutan
Sepi di hutan karna memang sepi 
Tapi disini ramai
Hanya saja terasa sepi
Ingin dihutan
Yang nyata sepinya
Disini, hanya sepi bayangan
Hanya sepi fatamorgana
Sepi di hutan mungkin lebih menyenangkan
Karna benar-benar tidak ada yang bisa diajak bicara
Namun disini, ada yang bisa diajak bicara
Namun tak mau bicara
Disini, ada kehidupan
Sama seperti di hutan
Hanya saja kehidupan disini terlihat lebih mati daripada hutan
Continue Reading...

Selasa, 23 Desember 2014

Puisi - Disinilah Aku

Disinilah Aku
Oleh Firda Tsaniyah


Tak taukah kau
Ini sangat menyakitkan
Ini sangat melelahkan 
Selalu berusaha tersenyum di depan mu
Tapi apa yang kau lakukan
Kau berbalik, seperti tidak melihat apapun
Berusaha mengikuti mu
Tapi apa yang kau lakukan
Dirimu berjalan terus, tanpa menoleh kebelakang sedikit pun
Tak bisakah melihat diriku sebentar saja
Tersadar diriku sekarang 
Berusaha berjalan bersebrangan dengan dirimu, itu yang kulakukan
Mengapa begitu menyakitkan hal yang kulakukan
Tapi disini aku lah sekarang 
Yang terlalu lelah mengikutimu
Meyingkirkan dirimu dari pikiranku
Mencoba sekuat yang kubisa 
Ku yakin aku bisa 
Disinilah aku, berusaha untuk tidak melihatmu lagi 
Mencari seseorang yang akan menatap ku lebih lama
Continue Reading...

Kamis, 11 Desember 2014

Cerpen - Ini untuk Kakak Ku


Ini untuk Kakak Ku


Sekarang aku sudah berumur 22 tahun, berarti sudah 15 tahun aku hidup tanpa kakak ku. Setiap kali mengigat kakak ku, aku selalu merasa menyesal. Bagaimana tidak? Kakak ku meninggal karena dia membelaku. Membelaku dari orang-orang jahat itu. Saat itu aku tak bisa membantu apapun, karena aku masih kecil. Aku tidak mengerti sedang terjadi apa saat itu. Tapi aku mengerti bahwa mereka sedang mencoba menyakitinya. Aku terdiam kaku tak bersuara dan tidak bergerak sedikit pun. Petang  itu adalah petang ke 2 yang terburuk dalam hidupku setelah petang  yang pertama adalah malam dimana ibu dan ayah meninggalkan aku dan kakak ku di panti asuhan. Sejak saat itu aku membenci mereka berdua. Tapi kakak ku selalu mencoba agar aku tidak membenci mereka. Sampai saat ini aku belum bisa menghapus kebencian itu.
Kejadian itu terjadi saat aku berumur 7 tahun, kakak membawa ku bejalan-jalan ditaman setelah dia pulang sekolah. Keadaan taman itu memang begitu tenang, karena tidak terlalu banyak orang yang datang pada saat keadaan dingin seperti ini. Benar-benar menyenangkan saat itu. Tapi tiba-tiba ketenangan itu berubah menjadi mencengkam. Dari arah berlawanan ada sekitar 5 orang atau lebih, entahlah samar-samar dalam ingatanku. Mereka datang ingin menghampiri aku dan kakak ku. Tapi kakak ku langsung mengemblok ku kemudian dia berlari. Aku menoleh kebelakang ternyata orang-orang itu ikut berlari mengejar kami. Aku merasa sangat takut. Aku mendengar suara nafas kakak ku yang tidak beraturan. Tapi orang-orang itu berhasil mendahului kami. 
Salah satu dari mereka medorong kakak ku dari belakang hingga kami berdua terjatuh. “Hei Dimas!!! Kenapa kau berlari sangat cepat??”,orang itu mendekati aku dan kakak ku denga nada meledek. Lalu dia menarik kerah baju seragam kakak menyuruh untuk berdiri.”Angga cepat pergi dari sini!!”,perintah kakak ku. “Tapi,,,”. “Sudah cepat pergi!!!”,teriak kakak ku dan membuat ku semakin merasa takut. “Heii kenapa kau membentak adik mu, biarkan dia disini saja menemani mu disaat terakhir”, ledek salah seorang dari mereka yang tubuhnya paling tinggi diantara yang lain dan yang lainnya berhasil memegang  tanganku. Aku terperangkap olehnya. Aku semakin takut dan jantung ini berdetak semakin kencang karena perkataan orang itu. Apa yang dia maksud? Mengapa dia berbicara saat terakhir? Ada apa ini sebenarnya? Aku tidak bisa lari, karena mereka telah menangkap ku . Kakak ku pun ditangkap mereka. Dia dipukuli, aku tidak tahu karena apa. Aku hanya bisa mendengar dan melihat kakak ku yang tidak berdaya melawan mereka. “Ini adalah akibat karena kau selalu menentang kami, kau selalu meremehkan kami. Tapi sekarang,,, apa yang bisa kau perbuat hah?? Kau lemah, tidak berdaya, apa bisa kau memukul ku seperti sore kemarin hah??”. “Lepaskan,,, LEPASSSKANN ADIK KU SEKARANG !!!”. “KAU BERANI BERTERIAK KEPADA KU HAH?”. Kakak ku dipukul lagi olehnya. 
Aku ditahan oleh satu orang,tapi aku samasekali tidak bisa melawan.  Mereka memukuli kakak ku secara bergantian. Tiba-tiba kakakku jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Kemudian ada seseorang dari kejauhan yang berteriak,”HEYY KALIAN SEDANG APA?”, kemudian orang itu berlari ke arah kami, tetapi orang-orang jahat itu sudah berlari dengan cepat meninggalkan kami yang tak berdaya. Dan saat itu pun aku tahu bahwa kakak sudah tak bersama ku lagi. Hanya ada raganya disamping ku. Aku menangis sejadi-jadinya. Dan sejak saat itu aku bertekad untuk menghukum semua orang yang berbuat jahat kepada orang baik seperti kakak ku.
Di umur 18 tahun aku masuk ke Akademi Kepolisian. Yaa kalian sudah tahu tujuan ku bukan?? Aku hanya ingin membela kakak ku, orang-orang seperti kakak ku. Kakak yang telah membuat aku mempunyai harapan untuk tetap hidup walaupun tanpa dirinya. Sekarang aku sudah menjadi Polisi. ini semua karena kakak, karena tekad ku, karena usaha ku, dan karena Tuhan. 
Continue Reading...

Puisi - Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka

"Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka"
 Oleh Firda Tsaniyah



Selalu menjadi perhatiaan banyak orang
Tak merasa nyaman dekat dengan orang seperti itu
Kebaikan ini sangat mudah dihapus karna orang seperti itu
Tak menyalahkan orang itu
Hanya saja bingung ingin menyalahkan siapa
Selalu saja ada kondisi yang membuat kebencian ini bertambah
Semua mata hanya bisa melihat dari luar saja
Tanpa tahu apa yang ada jauh didalamnya
Semua bunga yang ada di dalam hati
Dapat diganti dengan bunga yang ada di luar hati

Saat ini hanya dari luar terlihat seperti air
Tenang, jernih, tawar
Tapi jauh di dalamnya
Air dikalahkan oleh api
Lebih banyak duri yang tumbuh daripada bunga
Continue Reading...

Selasa, 02 Desember 2014

Puisi "Tak Ingin Jahat"

Tak Ingin Jahat
Oleh Firda Tsaniyah



Aku hanya minta setetes air
Apakah itu terlalu sulit untuk mu?
Kau meminta segelas air
Ikhlas ku berikan
Sangat sulit sepertinya
Aku meminta sedikit pertolongan kepada mu
Tak ada sedikit kesadarankah pada nurani mu?
Aku tak meminta lebih seperti mu
Haruskah ku sedikit jahat kepada mu
Apakah bisa hal itu membuatmu sadar?
Ataukah aku harus diam?
Biarkan dirimu yang tersadar dengan sendirinya
Apa kau ingin aku benar-benar jahat kepada mu?
Continue Reading...

Selasa, 18 November 2014

Puisi - "Tak Salah"

Tak Salah
Oleh Firda Tsaniyah


Biasa saja
Itulah yang pertama kali ku rasakan
Tapi sekarang
Menjadi sebuah tekanan
Beliau berkata "semuanya sama"
Tapi "beda" yang kurasa
Apa karna ini dari sudut pandang ku?
Apakah hanya karna aku merasa iri?
Apakah salah diriku berfikir seperti itu?
Mereka lahir pada kondisi yang berbeda dengan ku
Bukan hanya satu kondisi
Tapi semua kondisi
Inikah yang membuat mereka seperti kucing rumah
Yang hanya bermanja ria
Tak bisakah mereka mengerti seperti apa aku dulu
Seperti apa hidup ku dulu
Continue Reading...

Minggu, 16 November 2014

Puisi - "Sampai Akhir"

Sampai Akhir
Oleh Firda Tsaniyah

Petang ku datang
Ingin datang ke tempat mu
Melewati banyak titik kesibukan
Tak apa, itu tak terasa, dan tak ku pikirkan
Pikiran ku hanya ke tujuan ku
Tujuan tempat kau akan hadir disana
Sampai ku, tak lelah ku menunggu
Belum sampai kau, aku tetap menunggu

Sampai kau, tak terlihat oleh ku
Kau dimana?
Jelas seharusnya kau disana, di dalam benda besar yang berjalan itu
Tapi tak ada
Mungkin bukan tak ada, tapi tak terlihat
Mungkinkah karna tirai itu?
Aku rasa iya
Bisakah kau singkirkan sedikit tirai itu
Aku, bukan hanya aku
Tapi kami
Kami sangat ingin melihatmu
Walaupun berjam-jam kami menunggu, tak mengapa
Ku rasa kau tak mendengar keiginan kami
Dan benar
Tak kau singkirkan tirai itu

Setengah sadar aku berdiri karna hal itu
Sekuat tenaga aku menahan lelah ku,
Sekuat tenaga aku menjaga keseimbangan tubuhku
Bersandar raga ku di dinding beralas aspal
Sejenak, kosong pikiranku
Kemudian, kembali terisi pikiranku 
Terisi lagi karna mu, karna suara mu
Kali ini ,tenaga ku tak kuat menahan tangis ku
Lama ku diam, mencoba mendengar lebih dalam
Semakin deras tangis ini
Dan belum berhenti sampai aku kembali ke titik awal ku

Continue Reading...

Selasa, 11 November 2014

Puisi - "Berhenti"

BERHENTI
Oleh Firda Tsaniyah

Dengar!!!
Aku belum tentu benar
Aku belum tentu mengetahui semua hal
Aku belum tentu mengerti
Kenapa?
Apa?
Kenapa masih bertanya pada ku
Masih bisa aku bantu
Tapi tak akan selalu
Tak bisakah kau sejenak berhenti
Aku pun ingin berhenti sejenak
Disini bukan hanya aku 
Disini ada dia, ada mereka 



Haiii!!! Puisi ini terinspirasi dari seseorang yang sangat dekat dengan ku.  😊
Don't forget to leave comment guyss!! 

Continue Reading...

Minggu, 09 November 2014

Puisi - "Sampai Kapan?"

"Sampai Kapan?"
Oleh Firda Tsaniyah



Dewa siang sedang di titik tengahnya
Tapi...
Gelap, itu yang kurasakan 
Minggu sedang ada di akhirnya
Tapi...
Sepi, itu yang kurasakan
Lelah menunggu mu selama ini
Hingga jam pasir habis dengan pasirnya
Hujan habis dengan air nya
Salju habis dengan putihnya
Pohon habis dengan daunnya
Tak bisa kah kau menetap?
Akhh kurasa tidak, cukup kembali saja
Cukup bagi ku 
Tapi menyiksa ku
Jarak ku dengan mu tak dapat dihitung
Bukan terlalu jauh, tapi karna tak tahu dimana raga dan jiwa mu

Apakah nada lagu ku akan habis sampai disini?
Tak bisakah kau membuatnya menjadi sebuah lagu?
Yaa kurasa tetap tak bisa
Tapi harapan itu masih ada
Hanya saja, harapan itu pun yang membuat ku semakin jauh masuk kedalam kesepian ku
Continue Reading...

Jalan-jalan ke International Book Fair Indonesia

Pagi,  siang, sore, malem semuanya !!!!
Balik lagi nih,, abis jalan-jalan kemarin sama Mimi ke istora senayan. Ngapain?? Ke pameran buku lah. Tumben,, 😒

Yaaa kita mulai aja yaa perjalan ku sama Mimi kesana. Ngepost sambil dengerin lagu ciptaannya Siwon Oppa nih yang judulnya "dont leave me". Galau yaa?? Kayaknya iya ahahaa. Oke mulai lagi ya.
Yeayyy!!!!  😄
Awalnya Mimi minta temenin, tapi pertama aku bilang lagi sibuk. *sok sibuk ? 😒
Tapi berubah pikiran ahaha, karena sesuatu hal. Oke jadi malem sabtu langsung sms Mimi kalau aku bisa nemenin dia. Langsung kita omongin mau janjian ketemuan dimana. Ibu ku ngasih tahu kalau ketemuan di halte busway UKI aja, terus naik bus transjakarta yang ke arah Grogol. Oke kita ikutin tuh. Janjian jam 11 udah jalan. Tapi hal hasil baru jalan jam 12.30 hehehehe 😁. Perjalanan ku menuju halte busway UKI kira-kira meminum *ehh memakan maksudnya, memakan waktu 30 menit aja. Saat sampai di halte, si Mimi belum ada. Langsung aku sms dia, ternyata dia lagi nunggu bus yang mau ke UKI belum dateng-dateng. Yaudah aku tunggu jadinya. Kira-kura 15 menit kemudian Mimi dateng. Kita duduk dulu tuh di halte sambil nunggu bus transjakartanya. Bus nya datang kita langsung naik, alhamdulillah dapet kursi walaupun duduk bersebrangan. Karna kita duduk bersebrangan dan susah untuk ngobrol, aku mengambil keputusan untuk main hp aja. Mimi juga main hp.
Karena keasikan main hp, tiba-tiba pas liat keluar udah ada di MTA,, nah lohh . Aku sama mimi kaget juga, yaudah kita langsung turun di halte MTA. Saat turun kita langsung nannya sama mas-mas busway tuh kalau mau ke GBK naik kemana lagi. Dan kata mas nya kita turun di halte grogol abis itu naik yang ke Harmoni dan naik lagi yang ke arah Blok M.

Yaudah abis itu kita naik lagi bus yang ke grogol. Di dalam bud kita berdua ketawa ahahaha, gara-gara baru turun bus udah naik lagi ahaha. Udah sampai di halte grogol kita jalan di jembatan busway buat naik bus yang ke arah Harmoni. Nunggu bus nya gak terlalu lama juga. Pas naik kita gak dapet kursi. Yaudah deh gak apa-apa. Di jalan tejebak macet, yaitu pad di daerah Roxy. Saat sampai di Harmoni kita langsung naik yang ke arah Blok M.

Udah sampai di lokasi acara, kita jalan dulu untuk sampai ditempat festival. Saat sampai kita masuk kedalam gedung dan pertama kita masuk di area agama Islam. Pas liat Subahanallah, didalamnya wanita-wanita berhijab semua. Adem liatnya juga.
Terus kita keliling tuh liat-liat buku. Mimi beli buku satu, novel korea. Kalau aku, tidak. Setelah selesai kami sempat berfoto dulu disana.

Laper kan udah jalan-jalan liat buku, aku ngajak Mimi ke Monas aja dulu sebelum pulang. Awalnya Mimi juga ngajak ke Kotu tapi akhirnya ke Monas. Di Monas kita liat banyak orang julan, tapi menu nya gak jauh beda. Ada bakso, mia ayam, pecel lele, ketoprak, dll. Tapi kita memutuskan untuk makan ketoprak. Oh iya pas kita lagi di Monas cuaca nya lagi hujan, untung aja udah bawa payung dari rumah. Keteledoran kita saat itu adalah lupa nannya harga makanan sebelum memesan. Alhasil setelah makan pas mau bayar, nanya jadi berapa semuanya? Kata si ibu nya ketoprak 40 ribu sama minum mineralnya 5 ribu. Nah lohh kaget kita berdua dengernya. Apa karna kita gak pernah makan disini jadinya gak tahu harga. Yaudah mau gimana lagi, kita telah memakan 1 porsi ketoprak dengan harga 20 ribu. Nyesek sih iya. Biasanya 7 ribu an dirumah 😓 . Pas lagi kita makan, sempat terhenti tuh.  Karena ada sesuatu hal yang belum pernah kita liat sebelumnya. Jadi di langit itu ada kayak sekumpulan burung atau apa gitu gak tau, gak begitu keliatan. Terbang bekelompok,  ada gaya kayak gelombang, angin puyuh juga. Bagus diliatnya. Orang-orang yang ada di Monas juga ikut melihat.

Setelah makan rencananya kita mau naik bus jakarta city tour tapi pas nunggu bus nya, ternyata bus nya udah mau pulang. Karena oprasional hanya sampai jam 7 malam, gak jadi deh jalan-jalan naik bus nya. Akhirnya kita pulang naik kereta ke arah bekasi.

Senang dan lelah juga jalan-jalannya, tapi tetap meyenangkan.
Sampai disini aja ceritanya yaa....
Jika ada kesalahan mohon di maafkan.
Dan jika ada saran tempat-tempat yang meyenangkan mohon dishare yaa 😄
고마워요
Continue Reading...

Sabtu, 08 November 2014

BALASAN

Kita sama-sama banyak
Kita sama-sama hidup
Kita sama-sama makan
Kita sama-sama minum
Kau berikan kami air mu, kau berikan kami tanah mu
Kau beri tanpa batas, tapi kami ambil tanpa batas pun

Birunya atap mu, hijaunya lantai mu
Beri kami kesegaran, beri kami kesejukan
Tapi kami beri kemusnahan, kami beri kesakitan

Tak bisa kau menahan sabar mu kepada kami
Kau limpahkan semua air mu ke wilayah hidup kami
Wilayah kesenangan kami, wilayah penderitaan kami
Kau limpahkan muntahan mu, kau limpahkan tangisan mu
Buat kami melimpahkan tangis kami juga
Buat kami berserakan
Buat kami kehilangan
Dan buat kami sadar

Betapa baiknya dirimu
Kau memberi kartu kedua
Mungkin Kartu yang tak dapat kau berikan lagi suatu saat nanti
Berterima kasih kami tak terhitung kepada mu
Biarkan kami mencoba menjaga mu
Seluruh tenaga kami untuk mu
Mengapa?
Karna kami ingin berjuang membalas semua tenaga ikhlas mu
Untuk kami


Continue Reading...

Minggu, 02 November 2014

Senangnya Bersahabat

Hiii Semuanya !!!!
Kenapa ngepos tentang ini??? mau aja hihihi

      Mau ngebahas tentang persahabatan saya dengan sahabat-sahabat saya tercinta. Punya sahabat seperti mereka itu rasanya senang, bahagia, seru pokoknya. Persahabatan ini terbilang cukup lama, hampir 4 tahun. Jadi, banyak banget kejadian-kejadian yang kita alami bareng-bareng. Kejadian seneng sama-sama, sedih sama-sama, dan kesel juga sama-sama. Kita punya sebutan sendiri untuk kita, namanya S-STA, artinya itu 5 bintang, Disitu ada saya Firda, Mimi, Nia, Rosa, dan Diana.
      Kita itu ketemuan pas kelas 1 SMA. Awalnya saya, Nia, dan Diana sudah saling kenal, karena kita dari lulusan SMP yang sama. Hanya saat SMP kita tidak begitu dekat. Waktu itu ngobrol biasa-biasa aja, tapi lama-lama jadi deket, dan kalau kemana-mana barengan. Tugas kelompok juga barengan terus ahahaha, gak mau jauh-jauh dari mereka. Pas naik ke kelas 2 kita beda kelas. Saya, Nia dan Rosa dikela SOS1, sedangkan Mimi dan Diana IPA3. Tapi walaupun beda kelas, kalau istirahat kita tetep maen barengan hahahahah....
     Satu hal yang saling kita rasain yaitu, cemburu kalau udah yang satu temenan sama yang lain juga hahahaha aneh juga, tapi itu karena kita emang udah deket banget.
Kalau cerita sama mereka. Diantara kita yang paling jarang cerita tuh Mimi, dan yang paling sering cerita si Nia ahahaha. Jarang ngomongin cowok di dunia asli, tapi paling sering ngomongin cowok dunia khayalan ahahah . Cowok dunia khayalan itu adalah para idola kita. Sebenernya itu waktu kelas 1 saya, Rosa sama Diana nggak ngerti tentang K-POP, tapi jadi tahu dan malahan tahu banget sekarang, gara-gara dicekokin Nia sama Mimi huwaaaaa. Mereka berdua itu K-POP dan sama-sama suka Suju, yaudah deh nih anak ber-3 jadi ikutan suka juga. Kita ber-3 dikasih liat MV2-nya Suju, Variety Show nya juga, semuanyalah pokoknya. Punya bias yang beda-beda, tapi sering ngebuly satu sama lain ahahahah,,, buat bercandaan doang sih,,,
      Waktu kelas 2 itu kita berlima pernah jualan disekolah. Kita jualan snack kecil gitu. Alhamdulillah untungnya lumayan banget buat kita berlima. Pernah waktu itu sampe pusing dan berantem cuma gara-gara uang seribu atau gope gitu ahahahaha. Kita juga suka ngebolang. Penah ngebolang ke museum Joang 45 naik kereta terus jalan kaki, langsung ke museum Fatahillah juga, dan lagi panas banget saat itu. Setelah itu kita ke tempatnya Mimi, yaitu Glodok, biasa dia cari kaset Korea ahahah. Kita jugapernah ngebolang ke Bogor, waktu itu ke The Jungle, dan yang ke dua kalinya ke cafe gitu, tapi lupa namanya.
       Kita itu termasuk anak bandel juga sih. Soalnya pas SMA suka banget abis pulang sekolah langsung main. Dan mainnya itu ke rumah Nia terus. Kenapa rumah Nia??? karena rumah dia yang paling deket sama sekolah. Jadi kita nyebut rumah Nia "basecamp". Kebiasaan kita kalo main itu, pertama bilangnya pulang jam 5 sore aja. Tapi, jadinya malah abis maghrib -_-,, kebiasaan banget dahh. Pernah tuh sekali pulang jam 10 mana naek angkot lagi, gara-gara ngerjain tugas Fisika.
       Tapi yang paling gak disangka, pas kelas 1 kita anak bandel tapi alhamdulillah dapet rangking 10 besar, berurutan juga pula kecuali Mimi. Pernah waktu itu si Mimi remed Geografi, nah udah dia kerjain tuh, tapi salah terus disuruh ngerjain lagi. Disitu dia udah badmood banget dan gak mau ngerjain. Kita sebagai sahabatnya pun ngebantuin dia buat ngerjain, tapi diem-diem ngerjainnya. Soalnya dia gak mau kita yang ngerjain, katanya biarin aja gak usah dikerjain. Dan kita kumpulkan tugasnya dia tuh. Kita saling kasih semangat, ngasih saran juga, tapi kadang saling protect banget.



Segituuu aja yaaa ceritanya ahahahahha......
Intinya jaga sahabat kalian, karena susah banget yang namanya cari sahabat....
I love You all my Best Friend......
Semoga kita akan selalu bersama :'D


Continue Reading...

Puisi PENGORBANAN

PENGORBANAN
oleh Firda Tsaniyah


Kau pergi untuk kami
Untuk kehidupan kami
Tapi aku ingin kau tetap disini
Menuntun kami dalam menjalani hidup kami
 
Sesaat kau akan kembali
Kau kembali pada kami
Dan kau akan pergi
Pergi untuk memenuhi panggilan itu
 
Panggilan yang selama ini
Selalu membuat kami hidup
Dan juga memasukkan kami
Kedalam sumur sepi tanpamu
 
Senang, itulah yang kurasakan
Saat aku merasakan hangatnya dekat denganmu
Tak ku sia-siakan waktu ku bersama mu
Waktu yang sangat singkat bagi ku
 
Demi keringat mu yang menetes karena ku
Aku berjanji  akan mengelap keringatmu
Dengan seluruh usah ku
Yang sangat ikhlas untuk mu
 
 
Motifasi ku adalah jiwa mu
Segalanya dari ku untuk mu
Walaupun melayang nyawa ku
Aku selalu berdoa untuk mu
 
Kau sakit, diri ku akan lebih sakit
Kau terluka, akan ku tutup luka mu degan kebahagiaan ku
Walaupun aku takkan pernah lagi bahagia
Bagiku kebahagiaan mu adalah keutamaan ku
 
Aku selalu mencoba segala cara
Agar diri mu bangga dan bahagia karna ku
Aku tak bisa bayangkan
Diri ku akan sangat lemah tanpa mu
 
Tapi akan ku coba untuk tidak lemah untuk mu
Walaupun aku lelah menimba ilmu
Tapi aku tahu, kau lebih lelah
Daripada lelah yang kurasakan
 
Terima kasih karena hati mu selalu ada di hari ku
Walaupun ragamu jarang bersama ku
Tak bisa aku ungkapkan lebih banyak lagi
Dengan seribu kata-kata
Continue Reading...

Ngebolang ke The Jungle, Bogor #1

      Sebenernya kejadiannya udah agak lama sih tapi masih 2014 bulan awal kira-kira. Ini cerita tentang ngebolang saya dengan sahabat-sahabat tercinta Nia, Diana, Mimi, dan Rosa, tapi sayangnya Rosa gak ikut dalam bolang kali ini. Kita memang sudah merencanakan untuk pergi ke bogor tapi belum tau ingin kemana. Akhirnya setelah berembuk dengan waktu yang singkat, kita memutuskan untuk berenang di The Jungle Bogor. Sebelum hari H, kita ngesearch dulu tuh di internet, kita cari lokasi The Jungle, sarana dan prasarananya apa aja. Untuk anak SMA pasti yang diliat itu pasti tiket masuknya dulu hahaha,,,
Kebetulan pas kita mau pergi itu adalah hari biasa bukan hari libur, tapi tetep aja rame. Terus kita juga ngesearch gimana cara sampe ke The Jungle dengan menggunakan angkutan umum. Nahh setelah semua informasi terkumpul, kita prepare semuanya tuh,, terutama itung-itungan berapa ongkos yang dibawa kesana hahahah.
     Sampai di hari H, Kita ke Bogor menggunakan kereta dan ngumpul di stasiun Tebet. Kita berangkat sekitar jam 9 pagi. Beruntungnya kita, saat itu kereta gak penuh-penuh banget sih hahahah,,,, lumayanlah dapet tempat duduk. Saat sampai di pemberhentian kereta terakhir yaitu stasiun Bogor, kita langsung naik angkot 02 ke arah BTM, pas didalam angkot kita bingung ongkos naik angkot berapa. Akhirnya si Mimi ngesearch di internet hahahaha. Pas sampe di BTM kita turun trus bayar ongkos 1 orang 3.000. Pas turun kita langsung minggir ke pinggir jalan. Ternyata si Mimi lupa naik apalagi. Akhirnya mau gak mau kan kita harus tanya orang, kalo gak nanya yang kesesat udah. Yaudah akhirnya kita nanya abang angkot yang ada disitu, trus abangnya bilang "iya dek sampe sana, ntar kalo ke The Junglenya naek ojek aja tapi mahal", udah ketauan itu mah kalo ojek mahal. Angkotnya nomor 04 yang kita naikin buat sampe ke Perumahan Nirwana dimana The Jungle berada. Di angkot kita bisik-bisik lagi tuh bayar ongkosnya berapa, akhirnya sepakat bayar aja 3000. Tuh abang angkot mukanya sanggar, tapi pas ngomong aksen sundanya tuh bikin ketawa hahahaha,, Sampe juga akhirnya tuh di gang Perumahan Nirwana, kata abangnya nyebrang aja. Si abang angkot ini bilangin lagi tentang ojek. Tapi kita jawab "kita naik shuttle bus kok bang didalem yang langsumg ke The Jungle". The Jungle emang nyediain shuttle bus ini untuk memudahkan pengunjung yang gak bawa kendaraan pribadi, contonya ya kita ahahaha...
       Lalu kita nyebrang, trus masuk terus ke dalam tuh gang, tapi ini gang jalan besar ya. Pas lagi jalan ada sekolahan TK tuh, nah ada abang-abang yang jual cilok. Jarang-jarang nyobain makan cilok di Bogor kan, jadinya pada beli dahh. Tapi kalo saya nggak, yang lain aja yang beli. Di grobak tuh abangnya ada tulisan "CILOK RASA AYAM BAWANG", ukuran tuh cilok sih lumayan gede daripada yang di Jakarta. Udah selesai beli cilok saya ikutan nyobain juga tuh ahahaha, pas nyoba ternyata rasa ayam bawangnya bener-bener kerasa. Kata yang lain si enak, tapi si Nia katanya lama-lama gak enak. Akhirnya kita lanjutin tuh jalan buat ketemu sama tuh bus. Pas lagi jalan ada bus depan kita tapi gak ada yang berbau The Jungle di bus itu. Yaudah kita liat aja dari depan, ternyata bener cuma bus yang lagi parkir aja.
     Kita lanjutin jalan lagi. Ternyata ada jalan turunan dan dibawahnya itu ada rel kereta. Dari kejauhan kita liat bus The Jungle baru dateng, karena kita takut ditinggalin, kita melambaikan tangan ke arah bus, itu malu-maluin sebenernya ahahaha,,,, tapi daripada ditinggalin. Akhirnya kita lari tuh ke arah bus. Untungnya gak ada kereta yang lewat.
*haduhh baru perginya aja udah sebanyak ini -_-
      Sampai di dekat bus kita langsung naik dan baru kita aja yang naik tuh bus. Abang supirnya bilang suruh tunggu sebentar. Gak lama kemudian ada 2 ibu-ibu sama 3 anak kecil yang mau berenang juga. Nunggunya sih lumayan lama yaa,, tapi akhirnya bus jalan juga. Di sepanajang jalan tuh yang kita liat rumah-rumah gedong, yaudah kita saling mendoakan biar punya rumah gede kayak gitu. Jalan menuju The Jungle memang cukup jauh dari pintu gerbang Perumahan Nirwana. Samapinya di The Jungle kita langsung ke loket nya,,,,, to be continued
Continue Reading...

Jumat, 17 Oktober 2014

Puisi Tetap Satu

Tetap Satu

Tak terpungkiri
Tak terelakan
Ini tanah kita
Ini air kita

Kita beribu
Beribu pulau beribu budaya beribu jiwa
Tapi tetap satu
Berbeda letak
Tapi tetap satu
Berbeda adat berbeda aksen
Tapi tetap satu

Jadikan semua perbedaan ini
Menjadi satu
Menjadi proteksi

Tak sadarkah kau
Tak sadarkah kita
Bila diluar beribu iri menunjuk ke kita
Bila diluar beribu pisau belakang menunjuk kita
Bila diluar beribu tangan panjang menunjuk kita



Continue Reading...

Budaya Barat dan Budaya Timur

Budaya Barat dan Budaya Timur


Dalam postan kali ini saya besifat netral,,
Selamat membaca, dan semoga bermanfaat
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan 
Don't forget to leave comment guys,,,,,


1) Dalam hal kebudayaan dan adat istiadat
    Dalam hal ini negara Timur mempunyai lebih banyak kebudayaan dan adat istiadat dibandingkan negara barat. Yang dimaksud dengan kebudayaan dan adat istiadat disini adalah warisan dari leluhur atau nenek moyang dalam bentuk suatu kebiasaan yang sudah tertanam lama (mendarah daging) disuatu negara dan menjadi ciri khas negara tersebut. Contoh dari kebudayaan dan istiadat yaitu, tarian, pakaian daerah, lagu daerah, upaca keasatan, dll. Biasanaya kebudayaan dan adat istiadat negara timur nilai mistik (diluar nalar manusia) lebih dominan. Sedangkan negara barat lebih dominan untuk hiburan. 
2) Dalam hal etika berperilaku
     Disaat jaman globalisasi ini sudah sulit untuk melihat perbedaan etika berperilaku dari negara barat dan negara timur. Tetapi, jika dilihat dari jaman sebelum globalisasi , dapat dilihat bahwa negara timur sangat menjunjung tinggi nilai dan norma kesopanan seperti menghormati orang yang lebih tua, tertib di tempat umum,dll. Sampai saat ini nilai dan norma-norma tersebut masih ada dan berlaku tetapi sudah mulai diabaikan oleh sebagian orang. Di negara timur sebagian besar masyarakatnya masih mempunyai rasa malu dan enggan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Jika mereka melakukan sesuatu hal yang tidak seharusnya dilakukan hukuman yang berat yaitu dikucilkan atau direndahkan di lingkungannya.
     Sedangkan di negara barat, mereka cenderung hidup bebas. Contohnya seperti tidak mempunyai rasa malu untuk memamerkan kemesraan dengan pasangannya didepan umum. Dan jika melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan norma kesopanan mereka cenderung tidak perduli.



Continue Reading...

*

*

Selasa, 31 Maret 2015

Tugas B.inggris2 menentukan Tense

Rupiah stabilizing but 
risks remain: BI
Satria Sambijantoro, The Jakarta Post, Jakarta | Business | Sat, March 28 2015, 12:28 PM
Business News



As the rupiah has stabilized(present perfect tense[S {the rupiah} + have/has + v3(past participle){stabilized}]) in recent days, Bank Indonesia (BI) says it will not become(Present Future tense[S {it} + will (not) + v1 {become}]) complacent, citing the seasonal increase in dollar-demand that will reach(future tense[S {that} + will + v1{reach}) its climax. BI Governor Agus Martowardojo says the future movement of the rupiah in coming months would be influenced(past future tense [S{the rupiah} + would + be + v3{influenced}]) not only by external dynamics, such as economic developments in the US or China, but also domestic factors, notably the potential increase in dollar demand among on shore corporations.

“In Indonesia, we have a cyclical pattern (Present Perfect Tense [S{We} + have + v3 {cylical}]) between March and June when there will be a risein foreign-debt payments and earnings repatriation,” BI Governor Agus Martowardojo told reporters (simple past tense[S{Agus Martowardojo} + v2{told}]) on Friday.

Having taken a battering earlier this month, the rupiah has stabilized
(present perfect tense[S{the rupiah} + have/has + v3/past participle{stabilized}) of late as foreign fund inflows returned after an easing of concerns that the US central bank would soon hike(past future tense[S {US ceentral bank} + would + v1 {hike} ]) its interest rate. On Friday, the rupiah traded(simple past tense[S {the rupiah} + v2 {traded})at 13,064 per dollar, relatively unchanged compared to earlier this week, when it stood(simple past tense[S {it} + v2 {stood} ]) at 13,067 per dollar, according to the Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).
Last week, the currency depreciated (simple past tense[S {the currency} + v2 {depriciated}]) to 13,209 per dollar, the weakest level since the 1998 Asian financial crisis when the country recorded(simple past tense[S {the country} + v2 {recorded}]) at least US$1 billion of fund outflows from the bonds market.
·      March-June high season for foreign debt payments and earnings repatriation
·      Despite recent selling-off, BI believes RI’s financial market remains in good shape
·      BI to intervene in the market to anchor currency stability mid-year

“In the first two weeks this month, there has been pressure [on the rupiah] due to outflows, but we are now seeing(present continues tense[S {we} + tobe {are} + v1-ing {seeing}]) returning inflows in the third week,” said Agus.
Despite the recent selling-off pressure, the Indonesian financial market remained(simple past tense[S {the indonesian financial market} + v2 {remained}]) in good shape as it still registered a net foreign inflow of Rp 42 trillion ($3.2 billion) year-to-date, the BI governor added. Foreign investors have bought(present perfect tense[S {foreign investors} + have/has + v3 {bought}]) at least Rp 5 trillion in Indonesian government bonds in the past two weeks, Finance Ministry data shows. That has led(present perfect tense[S {That} + have/has + v3 {led}) to a stabilization in one-month volatility for the rupiah, a measure of currency swings, which dropped 27 basis points this week to 12.07 percent, Bloomberg reported.
In response to the surging dollar demand in the middle of the year, BI would intervene(past future tense[S {BI} +would+v1 {intervene}]) “significantly” in the market to ensure currency stability, Senior Deputy Governor Mirza Adityaswara said on Friday. He said the central bank would not loosen(past future tense[S {the central bank}+Would + not +v1 {loosen}) its grip on the rupiah in an attempt to pile up its foreign exchange (forex) reserves.

Despite the depreciating rupiah, BI’s forex reserves have been on the upward trend, touching $115.5 billion by the end of March compared to $111.8 billion earlier this year, prompting suggestions that the central bank had scaled(past perfect tense[S {the central bank} +had+v3{scaled}) back its market intervention and had would tolerate currency depreciation.

Some people have argued(present perfect tense[S {some people} + have/has + v3 {argued) that BI did not intervene(past tense[S {BI} + did + not + v1 {intervene}])) in the market because it focused(past tense[S {it} + v2 {focused}])) on piling up its reserves,” the senior deputy governor noted.

“What’s worth highlighting here is that BI is serious in the market
(present tense [S {BI} + be + v1 {serious}+ O {the market}]), is serious to guard the rupiah. We are ready to intervene (present tense [S {We} + be + v1 {ready} + O {intervence}])  if there’s any turbulence in the financial market,” stated Mirza.

Helmi Arman, the chief economist of Citibank in Indonesia, predicted(past tense[S {Helmi Arman} + v2 {predicted}])the rupiah’s depreciation would have limited(past future perfect tense[S {the rupiah’s depreciation} +would+have+v3 {limited}]) pass-through to imported inflation, but warned the central bank that the impact would likely be felt in consumer sentiment and economic growth. There would be a risk that the rupiah’s depreciation could further impact household spending and exacerbate the declining growth rate of household consumption, he explained.

“Businesses can also see the cost of capacity-expansion rising as industrial machinery is mostly imported,” Helmi wrote in a research note. “Amid reduced(past tense[S {Amid} + v2 {reduce}])optimism on consumption growth, some businesses may well opt to wait and see, thereby delaying their expansion plans.”



- See more at: http://www.thejakartapost.com/news/2015/03/28/rupiah-stabilizing-risks-remain-bi.html#sthash.6WPHXGo6.dpuf

Sabtu, 28 Maret 2015

Interaksi Alm. Olga Syahputra dengan Sesama




A. Alasan memilih tokoh

      Alasan saya memilih tokoh karena Almarhum Olga Syahputra  adalah sosok yang sangat terkenal di Indonesia karena kelucuannya,keluguannya, serta kebaikannya terhadap sesama. Perjuangan yang dilalui untuk menjadi seorang artis sangat menginspirasi, dimulai dari zero hingga menjadi hero. Bukan hanya Hero bagi keluarganya, namun juga orang-orang disekelilingnya baik itu teman maupun orang yang belum dikenalnya. Serta kebaktiannya kepada kedua orang tua dan mampu mengangat derajat keluarganya adalah hal yang patut kita contoh. 


B. Biografi Tokoh

     Yoga Syahputra atau yang lebih dikenal dengan nama Olga Syahputra adalah seorang aktor, presenter, dan komedian yang lahir di Jakarta 8 Februari 1983. Sulung dari 7 bersaudara pasangan Nur Rahman dan Nurshida ini awalnya hanya penggemar yang sering meminta tanda tangan serta foto bareng idolanya. Keberuntungan menghampiri saat dirinya ditawari bermain di film Lenong Bocah. Sayangnya pria berdarahJawa-Minang ini diharuskan ikut latihan terlebih dahulu di Sanggar Ananda. Karena tak punya uang, Olga terpaksa menjual kulkas demi membayar kursus di Sanggar Ananda. Sahabat Olga, Bertrand Antolin yang kemudian mengulurkan bantuan dengan membelikan Olga kulkas baru. 
Selama aktif di Sanggar Ananda, Olga juga sering ikut syuting meski hanya peran-peran minor. Olga juga pernah menjadi asisten penyanyi Rita Sugiarto. Ketekunan Olga berbuah manis. Setelah sempat berperan di sinetron Kawin Gantung dan Si Yoyo, Olga menjadi presenter Ngidam di SCTV bersama dengan Jeremy Thomas. Olga juga bermain di acara komedi Jangan Cium Gue dan disusul Extravaganza ABG tahun 2005 namanya mulai dikenal. Namanya benar-benar melambung di awal 2007 setelah bergabung bersama dua rekannya Indra Bekti dan Indy Barends di acara Ceriwis Trans TV. 

     Mulai tahun 2008, Olga menjadi presenter TV acara musik Dahsyat di stasiun RCTI bersama Luna Maya dan Raffi Ahmad. Selain menjadi presenter, ia juga membintangi beberapa film layar lebar, di antaranya Skandal Cinta Babi Ngepet dan Mau Lagi. Film Mau Lagi sebelumnya dicekal dan tidak dapat beredar. Namun setelah berganti nama menjadi Cintaku Selamanya, film ini diberi izin untuk diedarkan.
Tak puas hanya menjadi presenter dan bintang film, Olga mulai merambah dunia tarik suara. Olga telah merilis dua single, yaitu Hancur Hatiku (2009) dan Jangan Ganggu Aku Lagi (2010) yang keduanya merupakan lagu ciptaan Charly Setia Band dengan label Nagaswara. Olga juga memenangkan penghargaan sebagai Presenter Acara Variety Show Music Terfavorit dan Pelawak Terfavorit dalam Panasonic Awards 2009 dan Panasonic Gobel Awards 2010 yang disiarkan di RCTI, TPI (sekarang MNC TV), dan Global TV. Setelah tidak lagi menjadi presenter acara Ceriwis, Olga membawakan acara Online di Trans TV bersama Jeng Kellin dan Ayu Dewi. Olga pernah menjadi pemain di Pesbukers ANTV bersama Jessica Iskandar, Raffi Ahmad dan pemain lainnya. Olga juga mengembangkan bisnisnya dengan membuka sebuah butik bersama dengan adik perempuannya, Reny Nurman yang bernama "Rumah Olga Syahputra" yang berlokasi di lantai 1 Los C2 No. 3A, ITC Kuningan, Jakarta Selatan. Ia mengatakan bahwa bisnisnya ini juga membantu adiknya yang sedang liburan kuliah.


C. Pembahasan 

       Olga Syahputra yang meninggal pada 27 Maret 2015 di Singapura ini mempunyai banyak kisah dalam hidupnya. Semasa hidupnya almarhum sering berbagi cerita mengenai kehidupannya dahulu hingga menjadi seorang artis kepada teman dan juga publik. Beliau selalu meneteskan air mata jika ia bercerita tentang kehidupannya dahulu. Yang dimana ia adalah tulang punggung keluarganya. Bukan hanya pada saat bercerita beliau meneteskan air mata ,namun pada saat beliau melihat atau mendengar ada sesama yang sedang kesusahan. Dengan sifat beliau yang rendah hati,tidak segan-segan beliau langsung menolong orang tersebut. Beliau juga rajin datang ke Panti Asuhan untuk membantu anak yatim piatu dan membantu pengemis dijalanan. Almarhum juga mempunyai anak angkat yang berumur 5 tahun yang juga mengidap penyakit meningitis sama seperti Almarhum.
     Bukan hanya mengangkat derajat keluarga, tetapi beliau juga sering membantu orang-orang untuk menjadi artis sepertinya. Setelah kepergian beliau,kerabat-kerabat beliau menceritakan kebaikan-kebaikan beliau yang telah dilakukan. Beliau juga sering menasihati kerabatnya agar selalu menjadi rendah hati, jangan hidup yang terlalu mewah, dan juga harus rajin menabung. Interaksi Almarhum Olga terhadap siapapun tidak memandang dari kelas sosial membuat banyak masyarakat simpati dan empati mengenai berita tentang meninggalnya beliau. Bisa terlihat dari banyaknya pelayat yang datang kerumah duka dan diperistirahatan terakhir beliau. Setelah dikuburnya beliau, dari pihak keluarga mengudang anak panti asuhan untuk mendoakan Almarhum Olga.
Seseorang yang mempunyai ketulusan dan kerendahan hati akan sulit dilupakan oleh keluarga, kerabat dan juga publik.

Cr; Firda Tsaniyah
http://id.wikipedia.org/wiki/Olga_Syahputra

Jumat, 02 Januari 2015

Untuk yang Disana

Ketika sahabatku menangisi orang lain
Tak tahu mengapa sangat sedih melihatnya
Selalu mencoba berusaha untuk orang itu
Namun tak pernah terbalas
Tak sadarkah orang itu?
Atau hanya pura-pura tak sadar?
Apa rasanya hanya menjadi milik orang itu dalam sehari?
Apa orang itu tidak tahu rasa sakitnya?
Kenapa orang itu sangat senang bermain?
Heyy!!!! Sahabat ku bukan boneka, KAU MENGERTI!!!!!
Tak bisakah kau pastikan perasaanmu?
Kau pikir tak lelah menunggu?
Kau pikir tak lelah melihat tingkahmu?
Ini sahabat ku, tak tega melihatnya seperti ini terus
TOLONG PASTIKAN  PERASAANMU!!!

Puisi

Bandingkan dengan Hutan
Oleh Firda Tsaniyah


Sepi seperti hutan 
Namun ini lebih menyeramkan daripada hutan
Sepi di hutan karna memang sepi 
Tapi disini ramai
Hanya saja terasa sepi
Ingin dihutan
Yang nyata sepinya
Disini, hanya sepi bayangan
Hanya sepi fatamorgana
Sepi di hutan mungkin lebih menyenangkan
Karna benar-benar tidak ada yang bisa diajak bicara
Namun disini, ada yang bisa diajak bicara
Namun tak mau bicara
Disini, ada kehidupan
Sama seperti di hutan
Hanya saja kehidupan disini terlihat lebih mati daripada hutan

Selasa, 23 Desember 2014

Puisi - Disinilah Aku

Disinilah Aku
Oleh Firda Tsaniyah


Tak taukah kau
Ini sangat menyakitkan
Ini sangat melelahkan 
Selalu berusaha tersenyum di depan mu
Tapi apa yang kau lakukan
Kau berbalik, seperti tidak melihat apapun
Berusaha mengikuti mu
Tapi apa yang kau lakukan
Dirimu berjalan terus, tanpa menoleh kebelakang sedikit pun
Tak bisakah melihat diriku sebentar saja
Tersadar diriku sekarang 
Berusaha berjalan bersebrangan dengan dirimu, itu yang kulakukan
Mengapa begitu menyakitkan hal yang kulakukan
Tapi disini aku lah sekarang 
Yang terlalu lelah mengikutimu
Meyingkirkan dirimu dari pikiranku
Mencoba sekuat yang kubisa 
Ku yakin aku bisa 
Disinilah aku, berusaha untuk tidak melihatmu lagi 
Mencari seseorang yang akan menatap ku lebih lama

Kamis, 11 Desember 2014

Cerpen - Ini untuk Kakak Ku


Ini untuk Kakak Ku


Sekarang aku sudah berumur 22 tahun, berarti sudah 15 tahun aku hidup tanpa kakak ku. Setiap kali mengigat kakak ku, aku selalu merasa menyesal. Bagaimana tidak? Kakak ku meninggal karena dia membelaku. Membelaku dari orang-orang jahat itu. Saat itu aku tak bisa membantu apapun, karena aku masih kecil. Aku tidak mengerti sedang terjadi apa saat itu. Tapi aku mengerti bahwa mereka sedang mencoba menyakitinya. Aku terdiam kaku tak bersuara dan tidak bergerak sedikit pun. Petang  itu adalah petang ke 2 yang terburuk dalam hidupku setelah petang  yang pertama adalah malam dimana ibu dan ayah meninggalkan aku dan kakak ku di panti asuhan. Sejak saat itu aku membenci mereka berdua. Tapi kakak ku selalu mencoba agar aku tidak membenci mereka. Sampai saat ini aku belum bisa menghapus kebencian itu.
Kejadian itu terjadi saat aku berumur 7 tahun, kakak membawa ku bejalan-jalan ditaman setelah dia pulang sekolah. Keadaan taman itu memang begitu tenang, karena tidak terlalu banyak orang yang datang pada saat keadaan dingin seperti ini. Benar-benar menyenangkan saat itu. Tapi tiba-tiba ketenangan itu berubah menjadi mencengkam. Dari arah berlawanan ada sekitar 5 orang atau lebih, entahlah samar-samar dalam ingatanku. Mereka datang ingin menghampiri aku dan kakak ku. Tapi kakak ku langsung mengemblok ku kemudian dia berlari. Aku menoleh kebelakang ternyata orang-orang itu ikut berlari mengejar kami. Aku merasa sangat takut. Aku mendengar suara nafas kakak ku yang tidak beraturan. Tapi orang-orang itu berhasil mendahului kami. 
Salah satu dari mereka medorong kakak ku dari belakang hingga kami berdua terjatuh. “Hei Dimas!!! Kenapa kau berlari sangat cepat??”,orang itu mendekati aku dan kakak ku denga nada meledek. Lalu dia menarik kerah baju seragam kakak menyuruh untuk berdiri.”Angga cepat pergi dari sini!!”,perintah kakak ku. “Tapi,,,”. “Sudah cepat pergi!!!”,teriak kakak ku dan membuat ku semakin merasa takut. “Heii kenapa kau membentak adik mu, biarkan dia disini saja menemani mu disaat terakhir”, ledek salah seorang dari mereka yang tubuhnya paling tinggi diantara yang lain dan yang lainnya berhasil memegang  tanganku. Aku terperangkap olehnya. Aku semakin takut dan jantung ini berdetak semakin kencang karena perkataan orang itu. Apa yang dia maksud? Mengapa dia berbicara saat terakhir? Ada apa ini sebenarnya? Aku tidak bisa lari, karena mereka telah menangkap ku . Kakak ku pun ditangkap mereka. Dia dipukuli, aku tidak tahu karena apa. Aku hanya bisa mendengar dan melihat kakak ku yang tidak berdaya melawan mereka. “Ini adalah akibat karena kau selalu menentang kami, kau selalu meremehkan kami. Tapi sekarang,,, apa yang bisa kau perbuat hah?? Kau lemah, tidak berdaya, apa bisa kau memukul ku seperti sore kemarin hah??”. “Lepaskan,,, LEPASSSKANN ADIK KU SEKARANG !!!”. “KAU BERANI BERTERIAK KEPADA KU HAH?”. Kakak ku dipukul lagi olehnya. 
Aku ditahan oleh satu orang,tapi aku samasekali tidak bisa melawan.  Mereka memukuli kakak ku secara bergantian. Tiba-tiba kakakku jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Kemudian ada seseorang dari kejauhan yang berteriak,”HEYY KALIAN SEDANG APA?”, kemudian orang itu berlari ke arah kami, tetapi orang-orang jahat itu sudah berlari dengan cepat meninggalkan kami yang tak berdaya. Dan saat itu pun aku tahu bahwa kakak sudah tak bersama ku lagi. Hanya ada raganya disamping ku. Aku menangis sejadi-jadinya. Dan sejak saat itu aku bertekad untuk menghukum semua orang yang berbuat jahat kepada orang baik seperti kakak ku.
Di umur 18 tahun aku masuk ke Akademi Kepolisian. Yaa kalian sudah tahu tujuan ku bukan?? Aku hanya ingin membela kakak ku, orang-orang seperti kakak ku. Kakak yang telah membuat aku mempunyai harapan untuk tetap hidup walaupun tanpa dirinya. Sekarang aku sudah menjadi Polisi. ini semua karena kakak, karena tekad ku, karena usaha ku, dan karena Tuhan. 

Puisi - Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka

"Di Luar Lebih Baik Menurut Mereka"
 Oleh Firda Tsaniyah



Selalu menjadi perhatiaan banyak orang
Tak merasa nyaman dekat dengan orang seperti itu
Kebaikan ini sangat mudah dihapus karna orang seperti itu
Tak menyalahkan orang itu
Hanya saja bingung ingin menyalahkan siapa
Selalu saja ada kondisi yang membuat kebencian ini bertambah
Semua mata hanya bisa melihat dari luar saja
Tanpa tahu apa yang ada jauh didalamnya
Semua bunga yang ada di dalam hati
Dapat diganti dengan bunga yang ada di luar hati

Saat ini hanya dari luar terlihat seperti air
Tenang, jernih, tawar
Tapi jauh di dalamnya
Air dikalahkan oleh api
Lebih banyak duri yang tumbuh daripada bunga

Selasa, 02 Desember 2014

Puisi "Tak Ingin Jahat"

Tak Ingin Jahat
Oleh Firda Tsaniyah



Aku hanya minta setetes air
Apakah itu terlalu sulit untuk mu?
Kau meminta segelas air
Ikhlas ku berikan
Sangat sulit sepertinya
Aku meminta sedikit pertolongan kepada mu
Tak ada sedikit kesadarankah pada nurani mu?
Aku tak meminta lebih seperti mu
Haruskah ku sedikit jahat kepada mu
Apakah bisa hal itu membuatmu sadar?
Ataukah aku harus diam?
Biarkan dirimu yang tersadar dengan sendirinya
Apa kau ingin aku benar-benar jahat kepada mu?

Selasa, 18 November 2014

Puisi - "Tak Salah"

Tak Salah
Oleh Firda Tsaniyah


Biasa saja
Itulah yang pertama kali ku rasakan
Tapi sekarang
Menjadi sebuah tekanan
Beliau berkata "semuanya sama"
Tapi "beda" yang kurasa
Apa karna ini dari sudut pandang ku?
Apakah hanya karna aku merasa iri?
Apakah salah diriku berfikir seperti itu?
Mereka lahir pada kondisi yang berbeda dengan ku
Bukan hanya satu kondisi
Tapi semua kondisi
Inikah yang membuat mereka seperti kucing rumah
Yang hanya bermanja ria
Tak bisakah mereka mengerti seperti apa aku dulu
Seperti apa hidup ku dulu

Minggu, 16 November 2014

Puisi - "Sampai Akhir"

Sampai Akhir
Oleh Firda Tsaniyah

Petang ku datang
Ingin datang ke tempat mu
Melewati banyak titik kesibukan
Tak apa, itu tak terasa, dan tak ku pikirkan
Pikiran ku hanya ke tujuan ku
Tujuan tempat kau akan hadir disana
Sampai ku, tak lelah ku menunggu
Belum sampai kau, aku tetap menunggu

Sampai kau, tak terlihat oleh ku
Kau dimana?
Jelas seharusnya kau disana, di dalam benda besar yang berjalan itu
Tapi tak ada
Mungkin bukan tak ada, tapi tak terlihat
Mungkinkah karna tirai itu?
Aku rasa iya
Bisakah kau singkirkan sedikit tirai itu
Aku, bukan hanya aku
Tapi kami
Kami sangat ingin melihatmu
Walaupun berjam-jam kami menunggu, tak mengapa
Ku rasa kau tak mendengar keiginan kami
Dan benar
Tak kau singkirkan tirai itu

Setengah sadar aku berdiri karna hal itu
Sekuat tenaga aku menahan lelah ku,
Sekuat tenaga aku menjaga keseimbangan tubuhku
Bersandar raga ku di dinding beralas aspal
Sejenak, kosong pikiranku
Kemudian, kembali terisi pikiranku 
Terisi lagi karna mu, karna suara mu
Kali ini ,tenaga ku tak kuat menahan tangis ku
Lama ku diam, mencoba mendengar lebih dalam
Semakin deras tangis ini
Dan belum berhenti sampai aku kembali ke titik awal ku

Selasa, 11 November 2014

Puisi - "Berhenti"

BERHENTI
Oleh Firda Tsaniyah

Dengar!!!
Aku belum tentu benar
Aku belum tentu mengetahui semua hal
Aku belum tentu mengerti
Kenapa?
Apa?
Kenapa masih bertanya pada ku
Masih bisa aku bantu
Tapi tak akan selalu
Tak bisakah kau sejenak berhenti
Aku pun ingin berhenti sejenak
Disini bukan hanya aku 
Disini ada dia, ada mereka 



Haiii!!! Puisi ini terinspirasi dari seseorang yang sangat dekat dengan ku.  😊
Don't forget to leave comment guyss!! 

Minggu, 09 November 2014

Puisi - "Sampai Kapan?"

"Sampai Kapan?"
Oleh Firda Tsaniyah



Dewa siang sedang di titik tengahnya
Tapi...
Gelap, itu yang kurasakan 
Minggu sedang ada di akhirnya
Tapi...
Sepi, itu yang kurasakan
Lelah menunggu mu selama ini
Hingga jam pasir habis dengan pasirnya
Hujan habis dengan air nya
Salju habis dengan putihnya
Pohon habis dengan daunnya
Tak bisa kah kau menetap?
Akhh kurasa tidak, cukup kembali saja
Cukup bagi ku 
Tapi menyiksa ku
Jarak ku dengan mu tak dapat dihitung
Bukan terlalu jauh, tapi karna tak tahu dimana raga dan jiwa mu

Apakah nada lagu ku akan habis sampai disini?
Tak bisakah kau membuatnya menjadi sebuah lagu?
Yaa kurasa tetap tak bisa
Tapi harapan itu masih ada
Hanya saja, harapan itu pun yang membuat ku semakin jauh masuk kedalam kesepian ku

Jalan-jalan ke International Book Fair Indonesia

Pagi,  siang, sore, malem semuanya !!!!
Balik lagi nih,, abis jalan-jalan kemarin sama Mimi ke istora senayan. Ngapain?? Ke pameran buku lah. Tumben,, 😒

Yaaa kita mulai aja yaa perjalan ku sama Mimi kesana. Ngepost sambil dengerin lagu ciptaannya Siwon Oppa nih yang judulnya "dont leave me". Galau yaa?? Kayaknya iya ahahaa. Oke mulai lagi ya.
Yeayyy!!!!  😄
Awalnya Mimi minta temenin, tapi pertama aku bilang lagi sibuk. *sok sibuk ? 😒
Tapi berubah pikiran ahaha, karena sesuatu hal. Oke jadi malem sabtu langsung sms Mimi kalau aku bisa nemenin dia. Langsung kita omongin mau janjian ketemuan dimana. Ibu ku ngasih tahu kalau ketemuan di halte busway UKI aja, terus naik bus transjakarta yang ke arah Grogol. Oke kita ikutin tuh. Janjian jam 11 udah jalan. Tapi hal hasil baru jalan jam 12.30 hehehehe 😁. Perjalanan ku menuju halte busway UKI kira-kira meminum *ehh memakan maksudnya, memakan waktu 30 menit aja. Saat sampai di halte, si Mimi belum ada. Langsung aku sms dia, ternyata dia lagi nunggu bus yang mau ke UKI belum dateng-dateng. Yaudah aku tunggu jadinya. Kira-kura 15 menit kemudian Mimi dateng. Kita duduk dulu tuh di halte sambil nunggu bus transjakartanya. Bus nya datang kita langsung naik, alhamdulillah dapet kursi walaupun duduk bersebrangan. Karna kita duduk bersebrangan dan susah untuk ngobrol, aku mengambil keputusan untuk main hp aja. Mimi juga main hp.
Karena keasikan main hp, tiba-tiba pas liat keluar udah ada di MTA,, nah lohh . Aku sama mimi kaget juga, yaudah kita langsung turun di halte MTA. Saat turun kita langsung nannya sama mas-mas busway tuh kalau mau ke GBK naik kemana lagi. Dan kata mas nya kita turun di halte grogol abis itu naik yang ke Harmoni dan naik lagi yang ke arah Blok M.

Yaudah abis itu kita naik lagi bus yang ke grogol. Di dalam bud kita berdua ketawa ahahaha, gara-gara baru turun bus udah naik lagi ahaha. Udah sampai di halte grogol kita jalan di jembatan busway buat naik bus yang ke arah Harmoni. Nunggu bus nya gak terlalu lama juga. Pas naik kita gak dapet kursi. Yaudah deh gak apa-apa. Di jalan tejebak macet, yaitu pad di daerah Roxy. Saat sampai di Harmoni kita langsung naik yang ke arah Blok M.

Udah sampai di lokasi acara, kita jalan dulu untuk sampai ditempat festival. Saat sampai kita masuk kedalam gedung dan pertama kita masuk di area agama Islam. Pas liat Subahanallah, didalamnya wanita-wanita berhijab semua. Adem liatnya juga.
Terus kita keliling tuh liat-liat buku. Mimi beli buku satu, novel korea. Kalau aku, tidak. Setelah selesai kami sempat berfoto dulu disana.

Laper kan udah jalan-jalan liat buku, aku ngajak Mimi ke Monas aja dulu sebelum pulang. Awalnya Mimi juga ngajak ke Kotu tapi akhirnya ke Monas. Di Monas kita liat banyak orang julan, tapi menu nya gak jauh beda. Ada bakso, mia ayam, pecel lele, ketoprak, dll. Tapi kita memutuskan untuk makan ketoprak. Oh iya pas kita lagi di Monas cuaca nya lagi hujan, untung aja udah bawa payung dari rumah. Keteledoran kita saat itu adalah lupa nannya harga makanan sebelum memesan. Alhasil setelah makan pas mau bayar, nanya jadi berapa semuanya? Kata si ibu nya ketoprak 40 ribu sama minum mineralnya 5 ribu. Nah lohh kaget kita berdua dengernya. Apa karna kita gak pernah makan disini jadinya gak tahu harga. Yaudah mau gimana lagi, kita telah memakan 1 porsi ketoprak dengan harga 20 ribu. Nyesek sih iya. Biasanya 7 ribu an dirumah 😓 . Pas lagi kita makan, sempat terhenti tuh.  Karena ada sesuatu hal yang belum pernah kita liat sebelumnya. Jadi di langit itu ada kayak sekumpulan burung atau apa gitu gak tau, gak begitu keliatan. Terbang bekelompok,  ada gaya kayak gelombang, angin puyuh juga. Bagus diliatnya. Orang-orang yang ada di Monas juga ikut melihat.

Setelah makan rencananya kita mau naik bus jakarta city tour tapi pas nunggu bus nya, ternyata bus nya udah mau pulang. Karena oprasional hanya sampai jam 7 malam, gak jadi deh jalan-jalan naik bus nya. Akhirnya kita pulang naik kereta ke arah bekasi.

Senang dan lelah juga jalan-jalannya, tapi tetap meyenangkan.
Sampai disini aja ceritanya yaa....
Jika ada kesalahan mohon di maafkan.
Dan jika ada saran tempat-tempat yang meyenangkan mohon dishare yaa 😄
고마워요

Sabtu, 08 November 2014

BALASAN

Kita sama-sama banyak
Kita sama-sama hidup
Kita sama-sama makan
Kita sama-sama minum
Kau berikan kami air mu, kau berikan kami tanah mu
Kau beri tanpa batas, tapi kami ambil tanpa batas pun

Birunya atap mu, hijaunya lantai mu
Beri kami kesegaran, beri kami kesejukan
Tapi kami beri kemusnahan, kami beri kesakitan

Tak bisa kau menahan sabar mu kepada kami
Kau limpahkan semua air mu ke wilayah hidup kami
Wilayah kesenangan kami, wilayah penderitaan kami
Kau limpahkan muntahan mu, kau limpahkan tangisan mu
Buat kami melimpahkan tangis kami juga
Buat kami berserakan
Buat kami kehilangan
Dan buat kami sadar

Betapa baiknya dirimu
Kau memberi kartu kedua
Mungkin Kartu yang tak dapat kau berikan lagi suatu saat nanti
Berterima kasih kami tak terhitung kepada mu
Biarkan kami mencoba menjaga mu
Seluruh tenaga kami untuk mu
Mengapa?
Karna kami ingin berjuang membalas semua tenaga ikhlas mu
Untuk kami


Minggu, 02 November 2014

Senangnya Bersahabat

Hiii Semuanya !!!!
Kenapa ngepos tentang ini??? mau aja hihihi

      Mau ngebahas tentang persahabatan saya dengan sahabat-sahabat saya tercinta. Punya sahabat seperti mereka itu rasanya senang, bahagia, seru pokoknya. Persahabatan ini terbilang cukup lama, hampir 4 tahun. Jadi, banyak banget kejadian-kejadian yang kita alami bareng-bareng. Kejadian seneng sama-sama, sedih sama-sama, dan kesel juga sama-sama. Kita punya sebutan sendiri untuk kita, namanya S-STA, artinya itu 5 bintang, Disitu ada saya Firda, Mimi, Nia, Rosa, dan Diana.
      Kita itu ketemuan pas kelas 1 SMA. Awalnya saya, Nia, dan Diana sudah saling kenal, karena kita dari lulusan SMP yang sama. Hanya saat SMP kita tidak begitu dekat. Waktu itu ngobrol biasa-biasa aja, tapi lama-lama jadi deket, dan kalau kemana-mana barengan. Tugas kelompok juga barengan terus ahahaha, gak mau jauh-jauh dari mereka. Pas naik ke kelas 2 kita beda kelas. Saya, Nia dan Rosa dikela SOS1, sedangkan Mimi dan Diana IPA3. Tapi walaupun beda kelas, kalau istirahat kita tetep maen barengan hahahahah....
     Satu hal yang saling kita rasain yaitu, cemburu kalau udah yang satu temenan sama yang lain juga hahahaha aneh juga, tapi itu karena kita emang udah deket banget.
Kalau cerita sama mereka. Diantara kita yang paling jarang cerita tuh Mimi, dan yang paling sering cerita si Nia ahahaha. Jarang ngomongin cowok di dunia asli, tapi paling sering ngomongin cowok dunia khayalan ahahah . Cowok dunia khayalan itu adalah para idola kita. Sebenernya itu waktu kelas 1 saya, Rosa sama Diana nggak ngerti tentang K-POP, tapi jadi tahu dan malahan tahu banget sekarang, gara-gara dicekokin Nia sama Mimi huwaaaaa. Mereka berdua itu K-POP dan sama-sama suka Suju, yaudah deh nih anak ber-3 jadi ikutan suka juga. Kita ber-3 dikasih liat MV2-nya Suju, Variety Show nya juga, semuanyalah pokoknya. Punya bias yang beda-beda, tapi sering ngebuly satu sama lain ahahahah,,, buat bercandaan doang sih,,,
      Waktu kelas 2 itu kita berlima pernah jualan disekolah. Kita jualan snack kecil gitu. Alhamdulillah untungnya lumayan banget buat kita berlima. Pernah waktu itu sampe pusing dan berantem cuma gara-gara uang seribu atau gope gitu ahahahaha. Kita juga suka ngebolang. Penah ngebolang ke museum Joang 45 naik kereta terus jalan kaki, langsung ke museum Fatahillah juga, dan lagi panas banget saat itu. Setelah itu kita ke tempatnya Mimi, yaitu Glodok, biasa dia cari kaset Korea ahahah. Kita jugapernah ngebolang ke Bogor, waktu itu ke The Jungle, dan yang ke dua kalinya ke cafe gitu, tapi lupa namanya.
       Kita itu termasuk anak bandel juga sih. Soalnya pas SMA suka banget abis pulang sekolah langsung main. Dan mainnya itu ke rumah Nia terus. Kenapa rumah Nia??? karena rumah dia yang paling deket sama sekolah. Jadi kita nyebut rumah Nia "basecamp". Kebiasaan kita kalo main itu, pertama bilangnya pulang jam 5 sore aja. Tapi, jadinya malah abis maghrib -_-,, kebiasaan banget dahh. Pernah tuh sekali pulang jam 10 mana naek angkot lagi, gara-gara ngerjain tugas Fisika.
       Tapi yang paling gak disangka, pas kelas 1 kita anak bandel tapi alhamdulillah dapet rangking 10 besar, berurutan juga pula kecuali Mimi. Pernah waktu itu si Mimi remed Geografi, nah udah dia kerjain tuh, tapi salah terus disuruh ngerjain lagi. Disitu dia udah badmood banget dan gak mau ngerjain. Kita sebagai sahabatnya pun ngebantuin dia buat ngerjain, tapi diem-diem ngerjainnya. Soalnya dia gak mau kita yang ngerjain, katanya biarin aja gak usah dikerjain. Dan kita kumpulkan tugasnya dia tuh. Kita saling kasih semangat, ngasih saran juga, tapi kadang saling protect banget.



Segituuu aja yaaa ceritanya ahahahahha......
Intinya jaga sahabat kalian, karena susah banget yang namanya cari sahabat....
I love You all my Best Friend......
Semoga kita akan selalu bersama :'D


Puisi PENGORBANAN

PENGORBANAN
oleh Firda Tsaniyah


Kau pergi untuk kami
Untuk kehidupan kami
Tapi aku ingin kau tetap disini
Menuntun kami dalam menjalani hidup kami
 
Sesaat kau akan kembali
Kau kembali pada kami
Dan kau akan pergi
Pergi untuk memenuhi panggilan itu
 
Panggilan yang selama ini
Selalu membuat kami hidup
Dan juga memasukkan kami
Kedalam sumur sepi tanpamu
 
Senang, itulah yang kurasakan
Saat aku merasakan hangatnya dekat denganmu
Tak ku sia-siakan waktu ku bersama mu
Waktu yang sangat singkat bagi ku
 
Demi keringat mu yang menetes karena ku
Aku berjanji  akan mengelap keringatmu
Dengan seluruh usah ku
Yang sangat ikhlas untuk mu
 
 
Motifasi ku adalah jiwa mu
Segalanya dari ku untuk mu
Walaupun melayang nyawa ku
Aku selalu berdoa untuk mu
 
Kau sakit, diri ku akan lebih sakit
Kau terluka, akan ku tutup luka mu degan kebahagiaan ku
Walaupun aku takkan pernah lagi bahagia
Bagiku kebahagiaan mu adalah keutamaan ku
 
Aku selalu mencoba segala cara
Agar diri mu bangga dan bahagia karna ku
Aku tak bisa bayangkan
Diri ku akan sangat lemah tanpa mu
 
Tapi akan ku coba untuk tidak lemah untuk mu
Walaupun aku lelah menimba ilmu
Tapi aku tahu, kau lebih lelah
Daripada lelah yang kurasakan
 
Terima kasih karena hati mu selalu ada di hari ku
Walaupun ragamu jarang bersama ku
Tak bisa aku ungkapkan lebih banyak lagi
Dengan seribu kata-kata

Ngebolang ke The Jungle, Bogor #1

      Sebenernya kejadiannya udah agak lama sih tapi masih 2014 bulan awal kira-kira. Ini cerita tentang ngebolang saya dengan sahabat-sahabat tercinta Nia, Diana, Mimi, dan Rosa, tapi sayangnya Rosa gak ikut dalam bolang kali ini. Kita memang sudah merencanakan untuk pergi ke bogor tapi belum tau ingin kemana. Akhirnya setelah berembuk dengan waktu yang singkat, kita memutuskan untuk berenang di The Jungle Bogor. Sebelum hari H, kita ngesearch dulu tuh di internet, kita cari lokasi The Jungle, sarana dan prasarananya apa aja. Untuk anak SMA pasti yang diliat itu pasti tiket masuknya dulu hahaha,,,
Kebetulan pas kita mau pergi itu adalah hari biasa bukan hari libur, tapi tetep aja rame. Terus kita juga ngesearch gimana cara sampe ke The Jungle dengan menggunakan angkutan umum. Nahh setelah semua informasi terkumpul, kita prepare semuanya tuh,, terutama itung-itungan berapa ongkos yang dibawa kesana hahahah.
     Sampai di hari H, Kita ke Bogor menggunakan kereta dan ngumpul di stasiun Tebet. Kita berangkat sekitar jam 9 pagi. Beruntungnya kita, saat itu kereta gak penuh-penuh banget sih hahahah,,,, lumayanlah dapet tempat duduk. Saat sampai di pemberhentian kereta terakhir yaitu stasiun Bogor, kita langsung naik angkot 02 ke arah BTM, pas didalam angkot kita bingung ongkos naik angkot berapa. Akhirnya si Mimi ngesearch di internet hahahaha. Pas sampe di BTM kita turun trus bayar ongkos 1 orang 3.000. Pas turun kita langsung minggir ke pinggir jalan. Ternyata si Mimi lupa naik apalagi. Akhirnya mau gak mau kan kita harus tanya orang, kalo gak nanya yang kesesat udah. Yaudah akhirnya kita nanya abang angkot yang ada disitu, trus abangnya bilang "iya dek sampe sana, ntar kalo ke The Junglenya naek ojek aja tapi mahal", udah ketauan itu mah kalo ojek mahal. Angkotnya nomor 04 yang kita naikin buat sampe ke Perumahan Nirwana dimana The Jungle berada. Di angkot kita bisik-bisik lagi tuh bayar ongkosnya berapa, akhirnya sepakat bayar aja 3000. Tuh abang angkot mukanya sanggar, tapi pas ngomong aksen sundanya tuh bikin ketawa hahahaha,, Sampe juga akhirnya tuh di gang Perumahan Nirwana, kata abangnya nyebrang aja. Si abang angkot ini bilangin lagi tentang ojek. Tapi kita jawab "kita naik shuttle bus kok bang didalem yang langsumg ke The Jungle". The Jungle emang nyediain shuttle bus ini untuk memudahkan pengunjung yang gak bawa kendaraan pribadi, contonya ya kita ahahaha...
       Lalu kita nyebrang, trus masuk terus ke dalam tuh gang, tapi ini gang jalan besar ya. Pas lagi jalan ada sekolahan TK tuh, nah ada abang-abang yang jual cilok. Jarang-jarang nyobain makan cilok di Bogor kan, jadinya pada beli dahh. Tapi kalo saya nggak, yang lain aja yang beli. Di grobak tuh abangnya ada tulisan "CILOK RASA AYAM BAWANG", ukuran tuh cilok sih lumayan gede daripada yang di Jakarta. Udah selesai beli cilok saya ikutan nyobain juga tuh ahahaha, pas nyoba ternyata rasa ayam bawangnya bener-bener kerasa. Kata yang lain si enak, tapi si Nia katanya lama-lama gak enak. Akhirnya kita lanjutin tuh jalan buat ketemu sama tuh bus. Pas lagi jalan ada bus depan kita tapi gak ada yang berbau The Jungle di bus itu. Yaudah kita liat aja dari depan, ternyata bener cuma bus yang lagi parkir aja.
     Kita lanjutin jalan lagi. Ternyata ada jalan turunan dan dibawahnya itu ada rel kereta. Dari kejauhan kita liat bus The Jungle baru dateng, karena kita takut ditinggalin, kita melambaikan tangan ke arah bus, itu malu-maluin sebenernya ahahaha,,,, tapi daripada ditinggalin. Akhirnya kita lari tuh ke arah bus. Untungnya gak ada kereta yang lewat.
*haduhh baru perginya aja udah sebanyak ini -_-
      Sampai di dekat bus kita langsung naik dan baru kita aja yang naik tuh bus. Abang supirnya bilang suruh tunggu sebentar. Gak lama kemudian ada 2 ibu-ibu sama 3 anak kecil yang mau berenang juga. Nunggunya sih lumayan lama yaa,, tapi akhirnya bus jalan juga. Di sepanajang jalan tuh yang kita liat rumah-rumah gedong, yaudah kita saling mendoakan biar punya rumah gede kayak gitu. Jalan menuju The Jungle memang cukup jauh dari pintu gerbang Perumahan Nirwana. Samapinya di The Jungle kita langsung ke loket nya,,,,, to be continued

Jumat, 17 Oktober 2014

Puisi Tetap Satu

Tetap Satu

Tak terpungkiri
Tak terelakan
Ini tanah kita
Ini air kita

Kita beribu
Beribu pulau beribu budaya beribu jiwa
Tapi tetap satu
Berbeda letak
Tapi tetap satu
Berbeda adat berbeda aksen
Tapi tetap satu

Jadikan semua perbedaan ini
Menjadi satu
Menjadi proteksi

Tak sadarkah kau
Tak sadarkah kita
Bila diluar beribu iri menunjuk ke kita
Bila diluar beribu pisau belakang menunjuk kita
Bila diluar beribu tangan panjang menunjuk kita



Budaya Barat dan Budaya Timur

Budaya Barat dan Budaya Timur


Dalam postan kali ini saya besifat netral,,
Selamat membaca, dan semoga bermanfaat
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan 
Don't forget to leave comment guys,,,,,


1) Dalam hal kebudayaan dan adat istiadat
    Dalam hal ini negara Timur mempunyai lebih banyak kebudayaan dan adat istiadat dibandingkan negara barat. Yang dimaksud dengan kebudayaan dan adat istiadat disini adalah warisan dari leluhur atau nenek moyang dalam bentuk suatu kebiasaan yang sudah tertanam lama (mendarah daging) disuatu negara dan menjadi ciri khas negara tersebut. Contoh dari kebudayaan dan istiadat yaitu, tarian, pakaian daerah, lagu daerah, upaca keasatan, dll. Biasanaya kebudayaan dan adat istiadat negara timur nilai mistik (diluar nalar manusia) lebih dominan. Sedangkan negara barat lebih dominan untuk hiburan. 
2) Dalam hal etika berperilaku
     Disaat jaman globalisasi ini sudah sulit untuk melihat perbedaan etika berperilaku dari negara barat dan negara timur. Tetapi, jika dilihat dari jaman sebelum globalisasi , dapat dilihat bahwa negara timur sangat menjunjung tinggi nilai dan norma kesopanan seperti menghormati orang yang lebih tua, tertib di tempat umum,dll. Sampai saat ini nilai dan norma-norma tersebut masih ada dan berlaku tetapi sudah mulai diabaikan oleh sebagian orang. Di negara timur sebagian besar masyarakatnya masih mempunyai rasa malu dan enggan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Jika mereka melakukan sesuatu hal yang tidak seharusnya dilakukan hukuman yang berat yaitu dikucilkan atau direndahkan di lingkungannya.
     Sedangkan di negara barat, mereka cenderung hidup bebas. Contohnya seperti tidak mempunyai rasa malu untuk memamerkan kemesraan dengan pasangannya didepan umum. Dan jika melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan norma kesopanan mereka cenderung tidak perduli.



Blogroll

About